Home » , , , , , , , , , , » Satlak Prima Biayai Manajer yang Tak Tertampung Kontingen SEA Games

Satlak Prima Biayai Manajer yang Tak Tertampung Kontingen SEA Games

Written By admin on Minggu, 06 Agustus 2017 | Agustus 06, 2017


harian365.com - Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengklaim persoalan seluruh manajer cabor yang tidak masuk kontingen SEA Games 2017 telah selesai. Mereka masuk ofisial tambahan yang dibiayai Satlak Prima. 

Dikabarkan sebelumnya, berbagai manajer mengeluhkan nama mereka tidak masuk daftar kontingen dan bahkan ada pelatih asing yang tidak turut terbawa.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tidak ingin disalahkan terkait persoalan itu. Menurutnya, jumlah yang masuk SK kontingen telah menyesuaikan dengan data yang diberbagi Prima terhadap mereka. 

Mereka juga menampik adanya pemangkasan kontingen. Semua telah sesuai aturan di mana jumlah ofisial diambil dari 50 persen jumlah atlet yang diberangkatkan. 

Merespons faktor itu, Wakil Ketua Satlak Prima, Lukman Niode, berbicara segala sesuatunya telah selesai. Tergolong persoalan nama manager yang tidak masuk dalam daftar kontingen SEA Games 2017 Malaysia. 

"Semua manajer cabor telah masuk semua. Tidak hanya dari SK KOI. Ada juga yang masuk dalam ekstra ofisial yang dibiayai Satlak Prima," kata Lukman ketika dikonfirmasi hariansport, Minggu (6/8/2017). 

"Jadi untuk ID, hotel, dan lain-lainnya di masing-masing cabor terkait telah diakomodir oleh Satlak Prima," lanjut dirinya tanpa membahas jumlah yang diakomodasi. 


Lukman juga menyebut apabila anggaran ekstra ofisial di luar dari anggaran kontingen SEA Games sebesar Rp 41,5 miliar. Di mana jumlah itu rencananya bakal membiayai kontingen Indonesia berjumlah 857 orang, yang terdiri dari 534 atlet, 166 ofisial, 55 tim CdM, dan 102 atlet dan ofisial yang ditanggung oleh PB/PP Cabor. 

Sebagai fotoan, dana Rp 11 miliar dari Rp 41,5 miliar adalah limpahan dari anggaran Satlak Prima. Di mana rinciannya, Rp 5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, sementara Rp 6 miliar adalah anggaran Prima dari realokasi dana pembangunan Olympic Center. 

"Biayanya? di luar (Rp 41,5 miliar). Tidak persoalan di luar kontingen dan dibantu ekstra ofisial oleh Prima," ujar Lukman. 




Sumber : hariansport

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger