Home » , , , , , , , , , , » Pulau Padar yang Jadi Favorit Selebriti Dunia

Pulau Padar yang Jadi Favorit Selebriti Dunia

Written By admin on Rabu, 09 Agustus 2017 | Agustus 09, 2017


harian365.com - Pesona Pulau Padar di NTT populer hingga mancanegara. Pembalap Valentino Rossi hingga selebriti dunia pun sempat berkunjung ke sana.

Flores terbukti mempunyai pesona alam yang menarik cantik. Tidak heran apabila pulau ini menjadi daya tarik wisatawan lokal serta asing. Salah satu di antaranya adalah Pulau Padar yang telah mendunia hingga-sampai para pesohor dari beberapa negara tidak ketinggalan mengunjunginya.

Tidak ingin kalah dengan mereka sebut saja Valentino Rossi, Gwyneth Paltrow serta tetap tidak sedikit lagi, saya pun terbang ke Labuan Bajo. Serta beruntung sesampainya di penginapan saya telah mendapat penawaran harga tur yang tepat Rp 400 ribu untuk menjelajahi pulau-pulau di kurang lebih Labuan Bajo selagi seharian penuh.

Seusai Subuh, pemandu tur telah menjemput kita di penginapan. Segera kita menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Seusai mendampingi kita ke kapal, memberi bekal makan siang beserta air minum serta memberi alat snorkeling mereka meninggalkan kami. Seusai semua peserta tur lengkap hadir setidak sedikit 11 orang baru kapal pergi dengan tujuan pertama ke pulau Padar.

Seusai menempuh waktu kurang lebih 3,5 jam kapal kita bersandar juga di Pulau Padar. Perjalanan yang panjang terbukti, tapi indahnya pemandangan yang kita lewati tidak membikin perjalanan terasa lama. Pulau Padar adalah tahap dari wilayah Taman Nasional Komodo yang telah disahkan sebagai website warisan dunia oleh UNESCO.

Terletak di antara Pulau Komodo serta Pulau Rinca, Pulau Padar adalah pulau paling besar ketiga dalam kawasan kepulauan Komodo. Beritanya dahulu pulau ini juga dihuni oleh fauna komodo, tetapi kini kosong tidak ada bangunan tidak ada penghuni. Tapi mungkin sisa-sisa Komodo tetap ada di sini.

Iklim di sini kering yang ada hanya semak-semak serta vegetasi padang rumput yang menutup pulau yang menciptakan bukit savana. Cuaca di sini cenderung panas, sinar matahari di pagi hari pukul 09.00 terasa terik menyengat membakar kulit. Tidak tahu apa jadinya bila datang ke sini di siang hari. Tapi indahnya pemandangan membikin kita melalaikan sengatan matahari.

Untuk mencapai di atas bukit bukanlah pekerjaan yang mudah. Pendakian di 5 menit pertama terasa ringan hanya melalui anak-anak tangga yang telah dibuat kuat. Tapi selanjutnya jalur pendakian alami, tanah kering dengan butiran kerikil kecil-kecil serta di beberapa tempat nyaris tegak lurus. Butuh waktu setidaknya 40 menit untuk kita mencapai puncak bukit.


Tapi semua itu terbayar dengan pemandangan di bawahnya yang sangat menakjubkan. Empat teluk dalam dengan pantai-pantai berpasir putih bersih ada juga yang berwarna merah muda. Indah sekali. Tidak ada kata lain tidak hanya bersyukur kepada Sang Pencipta Alam.

Seusai puas berada di puncak bukit kita pun turun. Perjalanan menuruni bukit nyatanya lebih susah dari pendakiannya. Kita cuma menggunakan sandal jepit, beberapa kali kita hampir tergelincir melalui kerikil-kerikil di tahap jalur yang terjal.

Kami wajib melangkah pelan-pelan serta ekstra hati-hati. Serta akhirnya hingga juga kita di kapal. Seusai semua peserta lengkap kapal kita melaju lagi menuju pulau selanjutnya.




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger