Home » , , , , , , , , » Pihak Sekolah Diminta Nonaktifkan Guru yang Chat Porno ke Siswinya

Pihak Sekolah Diminta Nonaktifkan Guru yang Chat Porno ke Siswinya

Written By admin on Senin, 14 Agustus 2017 | Agustus 14, 2017


harian365.com - Ketua Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Andrianto menyerahkan penanganan permasalahan dialog (chat) porno via handphone guru SMPK Penabur Kelapa Gading terhadap pihak kepolisian serta pihak yayasan. Dirinya berkata, pihak Disdik DKI hanya bisa memberbagi rekomendasi penonaktifan guru berinisial TS (25) tersebut.

"Permasalahan itu kan telah ditangani oleh polisi. Kami tunggu hasilnya semacam apa. Sebab itu sekolah swasta, semua kewenangan ada di yayasan," kata Sopan saat dihubungi harianhot, Senin (14/8/2017).

"Imbauan dari Dinas Pendidikan terhadap pihak yayasan ialah untuk segera menonaktifkan yang bersangkutan. Kemudian proses hukum berlangsung," sambungnya.


Dia membahas faktor itu dikarenakan permasalahan yang dilakukan oleh guru bahasa Inggris tersebut terjadi di sekolah swasta. Tetapi, apabila terjadi di sekolah negeri, Sopan berbicara penanganan bakal cepat dilakukan.

"Rekomendasinya ya tadi, proses hukum semakin berlangsung. Itu saja, sebab kan swasta. Kalau negeri cepat," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto. Dirinya berbicara guru yang mengirimkan chat porno terhadap siswinya wajib memperoleh hukuman berat. Selain hukuman pidana, guru berinisial TS (25) tersebut juga wajib memperoleh sanksi administratif.

Susanto berkata, lakukanan TS masuk ke dalam ranah pidana. Serta TS juga bisa dijerat pasal berlapis atas lakukanan tidak senonoh yang dilakukannya.


"Pertama pidana. Ini telah masuk ranah pidana. Apalagi dugaan perbuatan perilaku kan telah melanggar berbagai pasal, pasal berlapis. UU Perlindungan Anak, UU Pornografi bahkan bisa sehingga hingga UU ITE," kata Susanto dalam perbincangan, Minggu (13/8/2017) malam.

Menurutnya, pelaku wajib bisa diproses hukum secepat mungkin sebagaimana tertuang dalam tiga UU tersebut.

Selain itu, dirinya berbicara pihak sekolah wajib memberbagi sanksi tegas terhadap TS. Tanpa wajib menantikan status tersangka, menurut Susanto, guru tersebut telah layak untuk dinonaktifkan.


"Tentu (wajib bisa sanksi administratif juga). Serta ekonomis kami, kalau ada fakta yang menguatkan, maka langsung dinonaktifkan. (Jangan tunggu status tersangka dulu). Sebab ini kan soal etika, ya," ungkapnya.

TS ditangkap pada Kamis (10/8) di sekolah yang berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Diduga ada empat siswi yang dikirimkan chat porno oleh pria ini. Polisi menyita laptop serta handphone yang digunakannya untuk mengirimkan chat porno tersebut. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger