Home » , , , , , , , , , » Pernah Merasa Lapar di Malam Hari? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Pernah Merasa Lapar di Malam Hari? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Written By admin on Sabtu, 19 Agustus 2017 | Agustus 19, 2017


harian365.com - Rasa lapar yang timbul di malam hari pasti bakal mengganggu waktu tidur. Lantas, apa penyebab munculnya rasa lapar di malam hari?

Menurut seorang pakar nutrisi serta holistik, Suzanne Jazek-Arriaga ada tak sedikit faktor yang menyebabkan seseorang suka merasa lapar serta makan pada malam hari. Umpama sebab rasa bosan alias tak lebihnya nutrisi dalam tubuh.

"Apabila Kamu mengonsumsi tak sedikit makanan manis, junk food alias karbohidrat serta tak mengonsusi lumayan lemak sehat serta protein dalam sehari itu bisa menimbulkan rasa lapar," ujar Jazek-Arriaga dikutip dari Huffingtonpost.

Lebih lanjut, penulis buku 'Nournish to Flourish' ini membahas menjalankan pola makan tersebut bisa menyebabkan proses hormon insulin yang kacau jadi menimbulkan rasa lapar.

Selain itu, stres juga mempunyai peran dari munculnya rasa lapar di malam hari. Sebab ketika stres, tubuh bisa meningkatkan produksi hormon kortiosol dalam tubuh yang juga berkaitan dengan peningkatan gula darah serta insulin jadi menimbulkan rasa lapar di malam hari.

Sama halnya dengan stres, begadang juga bisa meningkatkan hormon kortisol jadi memicu rasa lapar di malam hari. Padahal, pada dasarnya tingkat hormon kortisol pada malam hari cenderung bakal menurun.

Seorang pakar diet serta gizi, Lindsey Janerio meningkatkankan bahwa tak mengonsumsi makanan sepanjang hari (diet) juga mendorong rasa lapar di malam hari. "Tidak sedikit perjuangan untuk menjalankan diet jadi menyebabkan asupan energi tak memadai. Ini membikin rasa lapar mengganggu waktu tidur," ujar Janerio.


Lantas, apakah makan di malam hari adalah faktor yang kurang baik? Janerio berbicara bahwa faktor tersebut bukan hanya berkaitan dengan kenaikan berat badan tetapi persoalan kesehatan yang serius.

"Menurut studi di Denmark, mengonsumsi makanan pada malam hari bisa menyebabkan persoalan kesehatan tergolong asam yang berbalik ke kerongkongan (acid reflux) sampai kanker kerongkongan," ungkapnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger