Home » , , , , , , , » Penggunaan AC oleh PRT di Hong Kong Dipersoalkan

Penggunaan AC oleh PRT di Hong Kong Dipersoalkan

Written By admin on Sabtu, 12 Agustus 2017 | Agustus 12, 2017


harian365.com - Seorang anak buah dewan kota di Hong Kong,MichaelLee, menyuarakan butuhnya para maapabilan memberperbuat ketentuan apakah pekerja rumah tangga (PRT) boleh memakai AC di rumah maapabilan alias tidak.
Politikus dari Partai Liberal itu menyuarakan pendapatnya seusai, menurutnya, terjadi peningkatan pengaduan menyangkut perlakuan "tak manusiawi" yang dialami oleh para tenaga kerja domestik, dikarenakan sebab tidak ada ketentuan khusus mengenai pemakaian pendingin ruangan alias AC ketika mereka mulai bekerja di rumah maapabilan, sebagaimana dilaporkan oleh Radio Television Hong Kong (RTHK).

"Ada kekhawatiran besar terkait persoalan ini menyangkut apakah seorang pekerja rumah tangga tidak meminta izin maapabilan apabila ia ingin menyalakan pendingin ruangan," kata Lee terhadap RTHK.

"Saya pikir harus ada ketentuan rumah tangga untuk memastikan apa yang boleh serta tidak boleh diperbuat oleh pekerja domestik."

Dimengenai
Ditambahkannya tidak sedikit pekerja rumah tangga "berasal dari negara-negara yang panas. Saya tidak tahu apakah mereka terbiasa tidur dengan pendingin ruangan."


Hong Kong mempekerjakan kurang lebih 360.000 pesuruh rumah tangga (PRT) asing, sebagian besar dari Indonesia serta Filipina.

Usulan supaya ada ketentuan alias pembatasan pemakaian AC oleh para pesuruh rumah tangga telah dimengenai oleh kalangan buruh migran serta aktivis di Hong Kong.

"Anjuran Partai Liberal itu sangat kurang baik, tidak adil serta tidak manusiawi," tegas Ketua Aliansi Buruh Migran Internasional di Hong Kong, Eni Lestari, yang berasal dari Indonesia itu.

Peraturan di Hong Kong mengharuskan pekerja rumah tangga tinggal bersama maapabilan. Tetapi sebab klausal dalam kontrak hanya menyatakan bahwa maapabilan berkeharusan menyediakan akomodasi "layak", maka tidak sedikit pekerja rumah tangga tinggal dalam kondisi tidak memadai.

Menurut organisasi Misi untuk Pekerja Migran di Hong Kong, kurang lebih tiga di antara lima pekerja rumah tangga di sana mendapat akomodasi memadai, serta satu di antara 50 orang terpaksa tidur di tempat-tempat tidak layak, semacam WC, balkon alias ruang pakaian.


Mantan TKI di Hong Kong,ErwianaSulistyaningsih yang sempat mengalami penyiksaan, menyuarakan perlindungan bagi tenaga kerja domestik. (DALE DE LAREY/AFP)
Ketua Aliansi Buruh Migran Internasional di Hong Kong, Eni Lestari, berbicara tanpa ketentuan baru pun seharusnya fasilitas AC disediakan.

"Telah keharusan maapabilan memberi fasilitas bagi PRT tergolong AC ketika musim panas, serta heater (pemanas ruangan) ketika musim dingin," jelas Eni Lestari terhadap wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Dalam peluang sebelumnya, politikus dari Partai Liberal Michael Lee sempat memberi tau usulan supaya pihak berwenang menempuh langkah-langkah untuk memastikan hak-hak pekerja domestik dihormati.

Pada Mei tahun ini, Lee menganjurkan supaya Departemen Imigrasi mengadakan sidak ke rumah-rumah maapabilan alias mengumpulkan gambar mengenai akomodasi yang diberbagi terhadap pekerja rumah tangga.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger