Home » , , , , , , , , » Pada Lansia, Kurang Tidur Nyenyak Picu Risiko Demensia

Pada Lansia, Kurang Tidur Nyenyak Picu Risiko Demensia

Written By admin on Minggu, 27 Agustus 2017 | Agustus 27, 2017


harian365.com - Setiap orang mungkin biasa mengalami tidur yang tak lebih nyenyak. Tetapi, pada orang lanjut usia persoalan tidur yang tak nyenyak ini menurut peneliti jangan disepelekan sebab bisa memicu risiko demensia alias pikun.

"Orang lansia yang tidurnya nyenyak dengan gangguan tidur sedikit sampai bisa bermimpi indah mempunyai risiko rendah mengalami demensia di kemudian hari," ujar Matthew Pase, mahasiswa doktoral di Boston University School of Medicine (BUSM) di Amerika Serikat.

Studi yang diterbitkan di jurnal Neurology ini menyebut bahwa orang yang hanya sebentar bermimpi, ditandai dengan gerakan mata cepat alias rapid eye movement (REM), alias perlu waktu lama masuk fase mimpi sama-sama bisa mempunyai peningkatan risiko demensia.

Dalam studi peneliti mekualitas berdasarkan mekanisme fase tidur REM. Hasilnya, setiap persentase penurunan waktu tidur di fase REM berkaitan dengan sembilan persen peningkatan risiko dari semua penyebab demensia serta delapan persen peningkatan risiko demensia sebab alzheimer.


"Beberapa bagian tidur mungkin bisa memengaruhi beberapa fitur kunci alzheimer. Studi kita menunjukkan fase tidur REM tergolong salah satu yang bisa sehingga prediktor demensia," kata Pase dikutip dari Indian Express.

Meski tak lebih tidur nyenyak tampaknya berkontribusi kepada risiko demensia, studi lainnya menyebut begitu juga dengan banyak tidur. Orang yang dengan cara konsisten tidur lebih dari sembilan jam setiap malam disebut bisa mengalami risiko dua kali lipat terkena demensia.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger