Home » , , , , , , , , » Modus Baru Pengedar Sabu, Lewat Jalur Tikus di Laut

Modus Baru Pengedar Sabu, Lewat Jalur Tikus di Laut

Written By admin on Kamis, 03 Agustus 2017 | Agustus 03, 2017


harian365.com - Kapal Wanderlust dengan panjang 27 meter itu sudah dimodifikasi oleh seorang bandar narkoba besar di Taiwan. Caranya dengan meningkatkan ruangan-ruangan di kompartemen di tahap bawah kapal. Kapasitas tangki yang tadinya hanya muat 20 ton bahan bakar diubah menjadi 90 ton. Faktor ini dimaksudkan supaya kapal dapat menempuh perjalanan jarak jauh. 

Misi mutlak yang dijalankan merupakan mengangkat sabu seberat 1 ton dari Kaishong City di Taiwan menuju Selat Sunda di Anyer, Banten. Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta memperkirakan dari Taiwan sampai Pantai Anyer kapal tersebut menghabiskan 45 ton solar. 

Ia memberbagi ilustrasi, jarak dari Batam ke Papua sejauh 1.100 nautical mile. Sedangkan jarak dari Taiwan ke Selat Sunda itu 2.700 nautical mile alias tak lebih lebih tiga kali jarak Batam-Papua.

Menurut Nico, perjalanan kapal dari Batam ke Papua membutuhkan bahan bakar 15 ton. Jadi perjalanan Taiwan ke Selat Sunda bahan bakar yang diperlukan merupakan 3 kali Batam-Papua alias kurang lebih 45 ton. 

Untuk mengelabuhi petugas, bandar narkoba jaringan Taiwan itu juga mematikan sistem pelacakan otomatis alias automatic identification system (AIS). Tujuannya supaya tak terpantau radar oleh otoritas wilayah perairan Indonesia.

AIS merupakan sistem pelacakan kapal otomatis yang dipakai untuk mencegah tabrakan di laut. Setiap kapal pelayaran internasional bertonase 30 GT alias lebih serta kapal penumpang tanpa ketentuan adanya tonase harus dibekali AIS. Faktor ini supaya petugas jaga kapal serta otoritas kemaritiman dapat melacak serta mengawasi pergerakan kapal.

Kapal Wanderlust akhir-akhir juga diketahui tak meperbuat pencatatan harian pada log book. Buku ini berisi info tentang kegiatan kapal, tergolong ketika kapal bersandar alias berlabuh. Supaya posisi kapal tak diketahui, data GPS (global positioning system) dihapus. 

Seusai semuanya siap pada 17 Juni 2017, kapal dengan muatan 1 ton sabu itu pergi menuju Pantai Anyer di Selat Sunda, Banten. Rute yang ditempuh merupakan Pelabuhan Kaishong City, Taiwan melalui perairan Johor di Malaysia, kemudian singgah di perairan Myanmar untuk mentransfer barang dengan cara ship to ship. Selanjutnya kapal menuju Pantai Anyer. 


Beruntung aparat sukses menggagalkan penyelundupan 1 ton sabu tersebut pada Kamis, 13 Juli 2017. Berselang 13 hari kemudian polisi bersama BNN serta Dirjen Bea Cukai sukses juga menggagalkan penyelundupan sabu hampir 300 kg di kawasan Pluit, Jakarta Utara. 

Penyelundup diduga adalah terkait jaringan pengedar sabu Taiwan. Lagi-lagi bandar narkoba itu mengirimkan sabu dari China ke Indonesia melewati kapal laut. Sabu-sabu itu diselundupkan di dalam mesin pemoles sepatu.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Brigjen Eko Sertaiyanto berbicara menyelundupkan sabu melewati jalur laut ini adalah modus baru. "Tidak lebih lebih mulai awal tahun ini," kata Eko saat berbincang dengan harianhot, Rabu (2/8/2017). 

Para bandar biasanya memakai jalur-jalur tikus. Modus ini lebih aman ketimbang melewati jalur udara semacam yang selagi ini diperbuat oleh para bandar narkoba. "Ini modus baru. Mereka mencari jalur-jalur tikus," kata Eko. 

Panjangnya bentang lautan Indonesia mengwajibkan aparat kepolisian menambah kewaspadaan. "Sebab tak sedikitnya jalur tikus ini menjadikan rawan dijadikan pintu masuk narkoba," kata Eko.



Pada Kamis kali ini, Polda Metro Jaya bakal menggelar rekonstruksi penyelundupan 1 ton sabu tersebut. Di bagian awal rekonstruksi bakal diperbuat di Jakarta. 

Rekonstruksi digelar kurang lebih pukul 10.00 WIB, dimulai dari kedatangan tiga tersangka penerima barang, yakni Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, serta Hsu Yung Li. Ketiga tersangka bakal dirilis dalam proses rekonstruksi tersebut dengan didampingi pengacaranya.

Selain di Bandara Soekarno-Hatta, rekonstruksi bakal digelar di berbagai hotel sampai rumah yang disewa oleh para tersangka. "Dari bandara, kelak ke Swiss-Belhotel Cengkareng, Favehotel Puri Kembangan, Hitel Mustika di Gajah Mada, serta rumah di Duta Garden, Cengkareng," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Jakarta kemarin. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger