Home » , , , , , , , , , , , , , , » Mengapa Minum dari Botol Plastik Bisa Bahayakan Kesehatan? Ini 7 Alasannya!

Mengapa Minum dari Botol Plastik Bisa Bahayakan Kesehatan? Ini 7 Alasannya!

Written By admin on Sabtu, 26 Agustus 2017 | Agustus 26, 2017


harian365.com - Air minum kemasan botol plastik biasanya jadi opsi praktis saat berada di luar rumah dan cuaca panas. Tetapi tanpa kami sadari, ada bahaya mengintai dari minuman berbotol plastik itu.

Tidak jarangkali minuman dalam botol plastik menjadi opsi sebab memberbagi kesan simple dan praktis. Ada juga botol yang unik dan minimalis jadi tak jarang disimpan untuk dipakai kembali.

Tetapi, peneliti menyarankan lebih baik tak minum dari botol air plastik, sebab bisa berpengaruh bagi kesehatan tubuh dan juga lingkungan.

Botol air plastik terbukti tak bakal sangatlah bisa menghancurkan tubuh dan bumi. Tapi ada berbagai argumen yang membikin Kamu wajib menghindari minum dari botol air plastik sebisa mungkin. Menurut delish.com (23/8), berikut ini berbagai alasannya.


1. Melepaskan bahan kimia yang berpotensi berbahaya ke dalam ai
Plastik yang ditandai dengan kode daur ulang 3 alias 7, bisa melepaskan zat kimia yang disebut dengan bisphenol A (BPA). Sedangkan plastik leluasa BPA bisa melepaskan zat kimia berupa bisphenol S (BPS).

Kedua zat kimia ini juga bisa ditemukan dalam lapisan kaleng timah yang bisa mencemari minuman di botol plastik. Menurut Cheryl Watson, PhD, pakar biokimia di University of Texas Medical Branch, persoalannya merupakan saat menelan zat kimia ini mesikipun dalam jumlah kecil, zat tersebut bisa meniru estrogen yang bisa merubah tutorial manfaat sitem endokrin dalam tubuh.

Pada manusia, faktor tersebut bisa menyebabkan penyakit kronis semacam diabetes, sesak napas serta kanker. Sedangkan studi pada fauna menunjukkan paparan pada usemakin yang akhirnya bisa mengganggu perkembangan otak serta sistem kekebalan tubuh.


2. Bahan kimia plastik dapat membikin lebih susah â??hamilâ??
Periset menemukan bahwa pria serta wanita yang menjalani in-vitro fertilization yang mempunyai kadar BPA tinggi di darah, urin, serta lingkungan kerja, cenderung susah hamil. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, hasilnya menunjukkan bahwa ketika BPA meniru estrogen, faktor itu mengganggu tingkat kehamilan yang tak sama, semacam fertilisasi serta implantasi, kata Sheela Sathyanarayana, MD, rekan profesor ilmu lingkungan serta kesehatan kerja di University of Washington.


3. Bahan kimia plastik bisa menambah risiko penyakit jantung
Menurut suatu  studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam Circulation, manusia yang mempunyai BPA dengan tingkat yang tinggi, mempunyai peningkatan risiko penyakit jantung. Peneliti menduga faktor ini terjadi sebab hubungan BPA dengan tekanan darah tinggi adalah faktor risiko penyakit jantung.

Menurut Dr. Sathyanarayana, BPA serta BPS bisa meniru estrogen begitu mereka masuk ke sistem tubuh, serta kadar hormon yang tinggi menambah produksi protein plasma darah. Paparan bahan kimia ini juga bisa menyebabkan pembekuan darah serta komplikasi semacam jantung serta stroke.


4. Mengisi ulang botol plastik bisa berpotensi terkena bakteri berbahaya
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Practical Gastroenterology, tak semacam botol kaca, botol plastik bekas, bekas pakai dari pemakain biasa alias tersedia celah kecil sekalipun bisa menampung bakteri. Menurut Charles Gerba, PhD, profesor mikrobiologi serta ilmu lingkungan di Universitas Arizona, botol plastik bisa mengandung bakteri penyebab norovirus serta flu. Mencuci dengan cara teratur dengan sabun serta air panas bisa menolong tapi itu bakal membikin botol rusak lebih parah
lagi.


5. Membahayakan lingkungan
Menurut suatu  studi Sains Advances tahun 2017 yang meneliti plastik yang diperbuat diantara tahun 1950 serta 2015, sebaian besar plastik terbukti bisa didaur ulang. Tetapi semacam yang bisa dilihat, sebagaian besar plastik beres di tempat sampah. Apabila botol plastik semakin saja dibuang ke tempat sampah tanpa didaur ulang, peneliti memperkirakan bakal ada lebih dari 13 juta kg sampah plastik di tempat pembuangan sampah alias di likungan pada tahun 2050.







Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger