Home » , , , , , , , , , , , » Mengapa (Akhirnya) Arab Saudi Bebaskan Wanita Pakai Bikini di Pantai?

Mengapa (Akhirnya) Arab Saudi Bebaskan Wanita Pakai Bikini di Pantai?

Written By admin on Sabtu, 05 Agustus 2017 | Agustus 05, 2017


harian365.com - Awal Agustus ini, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru. Wanita diizinkan berbikini di pantai. Apa alasannya?

Bukan rahasia lagi, Arab Saudi punya peraturan yang ketat bagi wanita. Wanita yang menggunakan pakaian terlalu seksi dapat ditahan. Tetapi kini, tampaknya peraturan tersebut pelan-pelan bakal lebih 'lunak'.

Sebabnya merupakan, pemerintah Arab Saudi mengizinkan wanita boleh berbikini di pantai atas perintah Pangeran Arab Saudi, Muhammed bin Salman. Terutama di kawasan resor yang bakal dibuat pemerintah Arab Saudi di kawasan pesisir Laut Merah. Apabila menonton dari peta, kota besar yang terdekat dari sana merupakan Jeddah.

Sontak, ramai-ramai media Arab Saudi serta internasional pun memberitakan faktor tersebut. Sebut saja News Australia, Evening Standard, The Sun sampai Telegraph. Dirangkum hariantravel dari beberapa sumber, Sabtu (5/7/2017), proyek resor di pesisir Laut Merah bakal dimulai pada tahun 2019 dengan bagian pertama ditargetkan bakal berakhir pada tahun 2022. Beritanya menghabiskan duit sampai USD 5 Miliar.

Mengapa akhirnya Arab Saudi mengizinkan wanita boleh berbikini?

Khaleej Times, media Arab Saudi tidak merincikan argumen Pangeran Arab Saudi, Muhammed bin Salman memberperbuat aturan tersebut. Hanya saja tertulis, kalau aturan wanita berbikini hanya boleh di resor pada kawasan pesisir Laut Merah. Sebab itu merupakan daerah wisata.

Dari pemberitaan media-media internasional, itu merupakan tutorial pemerintah Arab Saudi supaya pendapatan negara tidak lagi tergantung dengan minyak. Usut punya usut, itulah visi Pangeran Arab Saudi Muhammed bin Salman demi negaranya di tahun 2030 mendatang.


Media The Sun menulis, Arab Saudi mengikuti apa yang diperbuat Dubai. Sama-sama bernotabe negara Timur Tengah, Dubai telah lebih dulu membebaskan wanita berbikini di pantai. Lihatlah di Pantai Jumeirah, wanita serta turis dari beberapa negara leluasa untuk berbikini serta berjemur.

Maka tidak heran, Dubai kedatangan tidak sedikit turis. Pariwisata pun telah menjadi devisa paling besar kedua seusai minyak bumi untuk Dubai. Malah soal wisata Dubai telah 'berlari kencang', dengan meningkatkan tidak sedikit atraksi serta memperkuat jaringan penerbangan Emirates-nya.

Kembali soal bikini, peraturan dari Pangeran Arab Saudi Muhammed bin Salman terbukti memunculkan pro kontra. Tidak hanya itu, resor mewah yang nantinya di pesisir Laut Merah pun bakal dikasih leluasa visa untuk berkunjung.


Resor mewah yang dirancang tersebut beritanya bakal punya panjang sampai 200 km di pesisir Laut Merah. Dapat dibilang inilah mega proyek, sebab nantinya di resor itu bakal dipenuhi beberapa atraksi serta fasilitas wisata. Ada penginapan bintang 5 sampai pulau pribadi.


Pesisir Laut Merah nyatanya punya panorama yang cantik. Lautnya bergradasi serta terumbu karang di bawah airnya cantik jelita. Laut Merah sendiri sebetulnya telah menjadi destinasi tersohor di sana.

Jadi sekali lagi, Arab Saudi ingin memaksimalkan sektor pariwisata demi devisa negaranya. Dengan membebaskan wanita berbikini di pantai sampai leluasa visa khusus, diinginkan dapat mempermudah turis untuk datang serta tentu uang juga bakal datang.





Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger