Home » , , , , , , , , , , , , » Mau Ngopi di Kafe? Ini 8 Pesan Penting Soal Kopi dari Barista yang Perlu Anda Cermati

Mau Ngopi di Kafe? Ini 8 Pesan Penting Soal Kopi dari Barista yang Perlu Anda Cermati

Written By admin on Rabu, 23 Agustus 2017 | Agustus 23, 2017


harian365.com - Ngopi di kafe pasti asyik. Sebelum berjumpa serta pesan kopi pada barista, cobalah pahami beberapa faktor yang diinginkan oleh barista ini. 

Barista di kafe juga berdungsi sebagai customer service. Umumnya mereka menyapa Kamu dengan ramah serta langsung menanyi racikan kopi yang Kamu inginkan. Jangan hingga terkesan 'ndeso' serta menyebalkan, ada baiknya pahami beberapa faktor umum yang para barista berharap Kamu paham soal kopi ini. 

Mulai dari soal susu hingga ukuran gelas, camkan baik-baik informasi yang harianfood himpun dari beberapa sumber ini. 


1. Kopi hitam tidak butuh susu 
Barista sangat tahu kopi bernilai baik butuh diseduh serta disaapabilan dengan tutorial cocok. Sebabnya untuk kopi bernilai baik biasanya barista tidak menyarankan untuk meningkatkankan susu. Apabila ingin mencicipi kopi bernilai, tidak ada tutorial lain dalam bentuk 'black coffee', espresso tanpa susu serta gula. Sangat sayang kopi yang keren rasanya tertutup oleh susu. 

2. Grande itu bukan istilah kopi 
Sebab istilah 'grande' serta 'tall' mungkin sehingga terkenal sebab digunakan oleh gerai kopi berjaringan global. Tetapi, bukan berarti dapat diterapkan di semua kafe alias gerai kopi. Masing-masing kafe punya tutorial penyajian sendiri. 


3. Susu yang dikocok rasanya sehingga manis 
Sebab susu cair dipanaskan maka laktose pada susu bakal menjadi mudah larut yang mengembangkan rasa manis. Sebabnya susu hangat bakal terasa lebih manis.

Saat meracik kopi, barista bakal menuangkan espresso kemudian meningkatkankan susu panas yang telah dikocok hingga berbuih halus. Ini membikin cappuccino Kamu menjadi manis. sehingga tidak butuh lagi meningkatkankan gula berlebihan. Sebab Kamu ingin minum kopi serta bukan minum gula bukan? 

4. Apapun tipe racikannya rutin disebut kopi 
Apapun istilahnya, double, triple hazelnut, whipped, frapped, serta lain-lain, setiap racikan kopi yang dibangun rutin disebut kopi. Tidak peduli berapapun jumlah kopi yang digunakan.


5. Tiap tipe biji kopi punya karakter 
Biji kopi semacam wine punya karakter. Baik berupa 'single origin' maupun 'blending'. Kalau tidak tahu ingin biji kopi yang mana, tidak ada salahnya bertanya pada barista. Alias bilang saja Kamu ingin menikmati kopi yang pekat asamnya, yang fruity alias yang pahit. 

6. Kopi punya jalur produksi panjang 
Untuk menghasilkan biji kopi bernilai dari beberapa daerah di Indonesia itu butuh waktu, energi serta biaya. Sebabnya jangan protes apabila harga kopi bernilai sedikit mahal. Jangan hanya menikmati kopi enak saja tetai hargai juga proses produksinya. 



7. Meracik kopi butuh waktu 
Bagi barista setiap biji kopi adalah produk istimewa. Sebabnya ia bakal memperperbuat dengan cocok serta baik saat menyeduh serta meraciknya. Tutorial seduh juga butuh waktu. Kalau Kamu memesan 'manual brewing' jangan berharap secepat kilat disaapabilan di depan Anda. Butuh waktu untuk memperoleh rasa maksimal dari biji kopi. 


8. Kopi itu mahal, habiskan minuman Kamu 
Kian hari harga kopi kian mahal sebab isu pemanasan global. Petani juga butuh waktu serta tenaga untuk memeliharanya. Saat telah disaapabilan, nikmati kopi Anda. Apabila merasa tidak dapat minum kopi tidak sedikit, jangan pesan kopi dalam ukuran besar. Untuk menghargai semua orang yang menyiapkannya, habiskan setiap pesanan kopi Anda. Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi barista menonton kopi mahal hanya dicicip sedikit serta ditinggal.





Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger