Mau Foto-foto Kece di Cilegon? Ini Tempatnya

Written By admin on Senin, 21 Agustus 2017 | Agustus 21, 2017


harian365.com - Cilegon tergolong destinasi yang dekat dari Jakarta. Kalau liburan ke sana, sempatkan mampir ke Batu Lawang yang menyaapabilan pemandangan kota dari ketinggian.

Kota Cilegon dijuluki sebagai Kota Baja sebab di sana berdiri pabrik pengolahan baja paling besar se-Asia Tenggara. Ya, Krakatau Steel berdiri gagah di kota itu. Pun, beberapa industri mulai dari petrokimia hingga tekstil ikut meramaikan pertumbuhan industri di Kota Cilegon.

Alhasil, tidak sedikit orang mengetahui Cilegon sebagai kota dengan beberapa macam pabrik. Tidak ayal, pemerintah kota coba mencari lubang supaya sektor pariwisata bisa berkembang meningkatkan pendapatan orisinil daerah dengan adanya wisata industri.

Tetapi siapa sangka, di balik kemegahan serta polusi udara yang ditimbulkan dampak industri tersebut, ada tempat yang bisa kami kunjungi untuk menonton lanskap Kota Baja dari atas bukit.


Untuk bisa menyaksikan lanskap itu, wisatawan mesti sedikit berkeringat menuju tempat yang diberi nama Batu Lawang. Bukit itu terletak di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten. Rutenya pun lumayan mudah diakses, hanya saja wisatawan butuh memacu kendaraannya dengan menginjak pedal gas kendaraannya dalam-dalam supaya hingga di Batu Lawang.

Jarak tempuh dari pusat Kota Cilegon hanya memakan waktu kurang lebih 20 menit. Apabila ditempuh dari Jakarta bakal memakan waktu 2-3 jam perjalanan. Untuk menuju ke Batu Lawang, wisatawan bisa keluar di Cilegon Barat kemudian belokkan kendaraan Kamu ke arah Merak. Cocok di sebelah kanan jalan, ada gapura kecil yang biasa dipakai sebagai ojek pangkalan.

Setibanya di sana, jalan menanjak bakal mewarnai perjalanan Kamu untuk bisa tiba di bukit Batu Lawang. Dari gapura itu wisatawan hanya memerlukan waktu kurang lebih 10 menit untuk hingga di titik pemberhentian.


Wisatawan butuh sedikit berolahraga untuk hingga di view point Batu Lawang dengan berlangsung kaki. Tidak ada tarif tertentu untuk memasuki kawasan wisata itu. Sebab pengelolaannya langsung diambil alih oleh penduduk setempat.

Wisatawan hanya butuh merogoh kocek seikhlasnya, tetapi biasanya orang-orang yang berkunjung ke Batu Lawang bayar Rp 5.000 sebagai tiket masuk sekaligus anggaran parkir kendaraan.

Apabila cuaca sedang akrab serta tidak tidak sedikit kabut, bangunan industri serta perumahan warga Cilegon bakal nampak jelas. Keindahan Kota Cilegon bakal terkesan dari sana.

Lautan lepas Selat Sunda yang berada di sebelah kanan tampak samar-samar, di sebelah kiri terkesan perairan Banten yang biasa disebut perairan Bojonegara.

Sebab pengelolaan wisata itu tidak bisa suntikan dari pemerintah, maka para pemuda serta warga setempatlah yang mengelola dengan cara sukarela. Batu Lawang dibuka untuk umum sejak 5 tahun lalu. Para pengunjung pun tetap berasal dari Cilegon serta Serang, hanya sedikit wisatawan yang berasal dari luar Banten.


Salah seorang warga kurang lebih yang ikut mengelola wisata bukit Batu Lawang, Saefulloh bercerita, pemasukan dari tiket masuk itu nantinya dipakai untuk kegiatan sosial semacam pembetulan musala serta anggaran bantuan lainnya.

"Contohnya anggaran kematian apabila ada orang yang meninggal sama anggaran buat bantu kalau ada orang yang sedang sakit," ujarnya.


Ia berbicara bahwa beberapa kali pemerintah setempat mewacanakan untuk menata kawasan wisata itu, tetapi realisasinya tidak kunjung terkesan. Maka, ucap Saefulloh, tata kelola wisata alam itu sekarang hanya seadanya.

"Beberapa tahun lalu pihak desa serta kota sempat mewacanakan itu (pengelolaan wisata) tapi hingga sekarang nggak sempat kelihatan," tuturnya. 




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger