Home » , , , , , , , , » Masih Pakai Software Bajakan? Hati-hati, Data Anda Bisa Dicuri

Masih Pakai Software Bajakan? Hati-hati, Data Anda Bisa Dicuri

Written By admin on Sabtu, 05 Agustus 2017 | Agustus 05, 2017


harian365.com - Bila Kamu sedang di depan komputer alias laptop, coba cek aplikasi yang dipakai. Orisinal alias tidak? Ayo, Cari yang Ori! Faktanya tetap tak sedikit orang yang membeli dan memakai aplikasi palsu alias bajakan semacam Microsoft (Windows dan Office) untuk kinerja komputer sehari-hari.

Berdasarkan data survei British Social Attitudes 2016, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai populasi paling besar dengan aplikasi tak berlisensi resmi di Asia Pasifik. Sementara itu menurut Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), tingkat pembajakan aplikasi di Indonesia menempati posisi 4 seusai pembajakan kepada tinta printer, pakaian, dan produk kulit.

Padahal tak sedikit kemenyesalan yang bisa menimpa Kamu bila memakai aplikasi bajakan. Umpama kinerja komputer menjadi kurang baik dan internet menjadi lambat. Kendala ini sangat mempengaruhi aktivitas pribadi dan bisnis. Pekerjaan Kamu bisa acak-acakan sebab komputer tak kunjung menyelesaikan perintah.

Sayangnya tetap tak sedikit yang menyepelekan faktor ini. Sebab sebagian orang berpikir kendala ada di koneksi jaringan internet alias tak sedikitnya file yang disimpan dalam komputer alias laptop. Padahal pemakaian aplikasi palsu bisa menjadi penyebab utamanya.

Tahukah Kamu bahwa memakai aplikasi palsu bisa berakibat lebih besar pada nasib Anda? Tak bisa dipungkiri, aplikasi bajakan bisa membikin komputer terserang malware tanpa sepengetahuan Anda.

Faktanya, 60% konsumen yang meng-install aplikasi bajakan mengalami serangan malware. Di samping kinerja komputer dan kecepatan internet menjadi lambat, serangan ini bisa mendukung sebuahpihak mencuri info pribadi (sandi, gambar, dan e-mail). Bahkan info finansial Kamu bisa dicuri. Antara lain akun bank online hingga info kartu kredit.

Studi dari National University of Singapore membahas bagaimana tutorial kerja peretas alias pencuri data. Faktanya 1 dari 2 malware yang terunduh dari aplikasi bajakan adalah Trojan, aplikasi berbahaya yang bisa merusak sistem. Ketika komputer Kamu telah terserang Trojan, peretas dengan sangat mudah mengenkripsi file dan membikin backdoor untuk mengendalikan komputer Anda. Mengerikan bukan?

Menonton fenomena ini, Microsoft meluncurkan Digital Crime Unit di 30 negara untuk memerangi kejahatan di dunia digital. Salah satunya dengan merilis aplikasi orisinal di tujuh e-commerce, yakni Lazada, Blibli, Bhinneka, JD.ID, Blanja.com, Tokopedia, dan Bukalapak. Dengan kerja sama tersebut, Microsoft berkomitmen melindungi konsumen dari pembajakan.


Tetapi Kamu juga wajib tetap berhati-hati dalam membeli aplikasi Microsoft orisinal. Ketika menemukan aplikasi dengan harga yang terjangkau, cari tahu lebih lanjut tentang keaslian produk. Jangan malu alias takut untuk bertanya tentang fitur utamanya. Misal seputar hologram di DVD dan mengecek Windows Activation-nya.

Apabila Kamu menemukan product keys yang dipasarkan terpisah, maka besar kemungkinan produk tersebut bajakan. Sebab Microsoft tak menjual dan mendistribusikan product keys sebagai produk terpisah. Bisa sehingga product keys yang dipasarkan adalah curian alias counterfeit.

Butuh diketahui, Kamu juga bakal memperoleh garansi keamanan, update berkala, hingga support customer service bila memakai aplikasi asli. Tetap mau membeli Microsoft bajakan? Cari yang Ori!

Anda menjadi korban aplikasi bajakan alias counterfeit? Segera hinggakan keluhan Kamu di sini.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger