Home » , , , , , , , , , , » Masalah Kulit Ini Bikin Susah Tidur, Tingkatkan Risiko Penyakit Dalam

Masalah Kulit Ini Bikin Susah Tidur, Tingkatkan Risiko Penyakit Dalam

Written By admin on Kamis, 17 Agustus 2017 | Agustus 17, 2017


harian365.com - Persoalan kulit dengan ciri kulit bersisik tebal, ruam merah, serta menyakitkan adalah ciri penyakit psoriasis. Tidak semacam persoalan kulit pada umumnya, kondisi yang biasanya diderita berkepanjangan ini bisa menurunkan nilai nasib pengidapnya.

Psoriasis adalah penyakit genetik yang bakal timbul pada kulit. Tetapi, dengan cara umum penyakit ini juga mempengaruhi internal tubuh, kata dr Sertaang Tri Wahyudi, Sp.KK(K) dari Rumah Sakit Dharmais.

"Psoriasis adalah penyakit yang bisa mempengaruhi nilai kesehatan pasien. Tidak hanya di kulit, tapi juga bisa ke pembuluh darah serta menambah penyakit internal, semacam kardio, diabetes, sindrom metabolik, hipertensi," terangnya dalam suatu  seminar di Jakarta Selatan, Rabu (16/8/2017).

Akibat lain dari psoriasis yang tidak sedikit dialami juga adalah semacam gangguan tidur, gangguan meperbuat aktivitas keseharian yang mempengaruhi psikososial, sampai memicu depresi.

"Akibat dari penampakan psoriasis juga kerap membikin orang takut bersentuhan sebab dianggap menular alias takut. Tidak sedikit yang akhirnya susah tidur sebab rutin memikirkan rasa sakitnya. Dengan cara mental, akibat psoriasis ada di bawah paru kronis serta depresi, makanya enggak sedikit penderitanya mau bunuh diri," ungkapnya.


Psoriasis sendiri bersifat kronis serta bisa dirasakan seumur nasib, tergantung keparahan penyakit. Bakal tetapi, dr Sertaang berbicara bahwa pasien tidak butuh berkecil hati. Pembetulan gaya nasib serta beragam opsi pengobatan yang telah terdapat bisa menambah nilai nasib pasien.

"Pasien psoriasis bisa menambah nilai nasib mereka dengan menjauhi gaya nasib tidak sehat yang bisa menjadi pencetus penyakit ini, semacam merokok serta pola makan tidak sehat. Tidak hanya itu, saat ini telah ada pengobatan biologik yang bisa mengontrol gejala sampai 90 persen dengan menjalani pengobatan rutin," pungkasnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger