Home » , , , , , , , , » Kode Transaksi Suap: Buah-buahan, Istilah Arab sampai Sapi-Kambing

Kode Transaksi Suap: Buah-buahan, Istilah Arab sampai Sapi-Kambing

Written By admin on Rabu, 23 Agustus 2017 | Agustus 23, 2017


harian365.com - Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Mungkin pepatah itu yang tepat dilekatkan pada koruptor yang akhirnya tertangkap.

Koruptor rutin mencari tutorial untuk mengelabui penegak hukum. Mereka juga punya kode-kode tertentu yang dipakai untuk berkomunikasi.

Istilah yang mereka gunakan ada yang pakai nama buah serta yang terakhir adalah nama hewan. Apa saja istilah yang mereka pakai? Berikut ulasannya berdasarkan catatan harianhot:

1. Istilah Arab di Permasalahan Korupsi Pengadaan Alquran

Politikus PKS Yudi Widiana Adia disebut menerima uang dalam surat dakwaan So Kok Seng atau Aseng berkaitan dengan proyek dari program tekad DPR untuk pembangunan jalan di Maluku serta Maluku Utara. Yudi disebut memakai bahasa kode untuk menyamarkan adanya pemberian uang itu.

Aseng yang adalah Komisaris Cahaya Mas Perkara disebut sudah mengetahui Muhammad Kurniawan (anggota DPRD Bekasi dari PKS) sejak 2008. Saat itu Kurniawan adalah tenaga honorer Komisi V DPR serta kerap menjalin komunikasi dengan Yudi.

Pada 14 Mei 2015, Kurniawan mengabarkan penyerahan uang itu terhadap Yudi. Kurniawan pun mengirimkan pesan pendek ke Yudi dengan memakai bahasa kode atau sandi.

"Muhammad Kurniawan mengabarkan penyerahan uang komitmen fee tersebut terhadap Yudi Widiana Adia dengan mengirimkan SMS berisi 'semalam sdh liqo dengan asp ya' kemudian dibalas oleh Yudi Widiana Adia 'Naam, brp juz?' serta dijawab oleh Muhammad Kurniawan 'kurang lebih 4 juz lebih campuran', kemudian Muhammad Kurniawan mengirimkan sms kembali yang berisi 'itu ikhwah ambon yg berakhirkan, tetap ada minus juz yg agak sulit kemarin, skrg tinggal tunggu yg mahad jambi' serta dibalas oleh Yudi Widiana Adia 'Naam.. Yg pasukn lili blm konek lg?' kemudian dijawab oleh Muhammad Kurniawan 'sdh respon beberbagai..pekan depan mau coba dipertemukan lagi sisanya'," kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).

Menanggapi faktor itu, PKS melewati Ketua Bidang Humas Ledia Hanifa menyebutkan bahwa tidak ada kaitannya istilah tersebut dengan partai. PKS tetap meminta permasalahan diberakhirkan dengan cara hukum.


2. Apel Malang-Washington serta Semangka Angelina Sondakh

Nama buah-buahan juga sempat sehingga istilah bagi koruptor. Apel Malang, apel Washington, sampai semangka sehingga istilah yang dipakai oleh Angelina Sondakh dalam permasalahan proyek di Kemenpora.

Mulanya istilah yang timbul dalam sidang Tipikor adalah Apel Malang serta Apel Washington. Untuk diketahui, dua istilah tersebut disebutkan dalam transkrip perbincangan blackberry messenger antara Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang (Rosa) dengan Angelina Sondakh.

"Apel Malang itu Rupiah, Washington (itu) Dollar," ucap mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (10/8/2011).

Bukan hanya tipe apel, Mindo Rosalina Manulang serta Angelina Sondakh memakai sandi 'pelumas' serta 'semangka' saat berbincang via BlackBerry Messenger (BBM) pada 2010. Angie menyebut itu untuk membikin 'Ketua Besar' kenyang.

3. Durian di Permasalahan Suap Kemenakertrans

Duit Rp 1,5 miliar yang diduga sebagai uang 'terima kasih' untuk pejabat Kemenakertrans dibungkus dalam suatu  kardus durian. Saat meringkus Sesditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2TK) Kemenakertrans I Nyoman Suisanaya, KPK menemukan barang bukti kardus bekas durian berisi uang Rp 1,5 miliar di ruangan lantai 2 gedung Kemenakertrans, Jl Kalibata, Jaksel, Kamis (25/8/2011).

Kardus itu dibawa oleh seorang pegawai Kemenakertrans berinisial S siang harinya dari suatu  bank. Uang tersebut berasal dari rekening milik pengusaha Dharnawati.

"S beli durian, lalu isinya dikeluarkan. Sebab terlalu tidak sedikit, uangnya dimasukkan dalam kardus bekas durian itu," kata juru bicara KPK saat itu, Johan Budi SP di Gedung KPK.


4. Sembako Bagi Eks Bupati Bangkalan Fuad Amin

Pada sidang lanjutan perkara suap mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin dengan terdakwa Direktur PT Media Karya Sentosa (MKS) Antonius Bambang Djatmiko, Kamis (19/3/2015), terungkap istilah untuk menggantikan penyebutan duit korupsi. Fuad Amin nyatanya mengistilahkan duit yang diterimanya dari Antonius Bambang dengan sebutan 'sembako'.

Penyebutan 'sembako' terjadi saat Fuad memerintahkan Taufiq Hidayat salah satu orang suruhannya untuk menerima duit titipan dari Antonius Bambang. Jaksa KPK Ahmad Burhanuddin terbukti membacakan kabar agenda pemeriksaan (BAP) nomor 5 tanggal 31 Januari 2015 terkait penerimaan duit titipan yang diperbuat Rouf.

"Ketika Saudara ditunjukkan persoalan SMS serta sembako. 'Bang Opik, kelak ada sembako, uang dari Bambang tolong diterima ya'. Sempat Kamu komunikasi dengan Fuad Amin terkait SMS ini?" tanya Jaksa Ahmad Burhanuddin.

Taufiq langsung membenarkannya. Penerimaan duit ini terjadi di bulan Maret 2014. "Iya Pak, sembako saya terima Rp 600 juta," sebut dia.


5. Sapi-Kambing di Permasalahan Suap Panitera Pengganti PN Jaksel

Panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Tarmizi, ditetapkan KPK sebagai tersangka penerimaan suap. Dirinya menerima duit terkait pengurusan gugatan perkara perdata di PN Jaksel.

"Dalam komunikasi antara AKZ (Akhmad Zaini) serta TMZ (Tarmizi) dipakai sandi 'sapi' untuk merujuk pada kualitas ratusan juta serta sandi 'kambing' yang merujuk puluhan juta," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (22/8/2017).

Agus menyebut sandi itu ada kemungkinan dipakai sebab sebentar lagi hari raya Idul Adha. "Mungkin ini sebab situasi mendekati hari kurban," Agus meningkatkankan.

Dalam permasalahan tersebut, Tarmizi menerima total uang Rp 425 juta dalam 3 kali penerimaan, yaitu Rp 25 juta, Rp 100 juta, serta Rp 300 juta. Tarmizi tidak memakai tangan sendiri, melainkan tangan orang lain, yaitu seorang pegawai honorer di PN Jaksel Teddy Junaedi. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger