Home » , , , , , , , , , , » Kisah Pria yang Kena Asma Gara-gara Terpapar Asap Rokok

Kisah Pria yang Kena Asma Gara-gara Terpapar Asap Rokok

Written By admin on Kamis, 10 Agustus 2017 | Agustus 10, 2017


harian365.com - Semua orang tahu bahwa asap rokok merupakan faktor yang berbahaya bagi semua orang yang mengisap maupun yang terpapar. Lebih dari 40 ribu zat kimia berbahaya yang terkandung dalam asap rokok.

Perokok aktif maupun perokok pasif sama-sama berisiko terkena penyakit sebab asap rokok. Salah satunya Ibnu Haykal yang menjadi korban ganasnya asap rokok itu.

Haykal sapaan hangatnya mengaku bahwa ia didiagnosis penyakit saluran pernapasan, yaitu sesak napas yang dikarenakan oleh asap rokok. Tetapi faktanya selagi ini Haykal bukanlah perokok aktif.

"Awalnya waltu itu saya tidak jarang batuk saat usia 2 tahun. Tidak jarang bolak-balik ke dokter, bisa pil 3 butir untuk menghapus batuk serta gatal. Dalam sebulan hilang bisa kurang lebih 1 minggu. Semakin berlanjut hingga kelas 2 SMP, divonis sesak napas tidak murni. Kalau ini dikarenakan asap rokok," ceritanya saat ditemui pada talkshow Ruang Publik serta Diskusi 'Berani Menyuarakan Hak Perokok Pasif' di Rivoli Hotel, Jalan Kramat Raya No. 41, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).


Ia serta ibunya bertanya-tanya kenapa orang yang tidak merokok bisa terkena sesak napas yang dikarenakan asap rokok, padahal keluarganya tidak ada satupun yang merokok.

"Nyatanya saya sekolah kan rutin di tempat jauh, SD di depok naik angkot 3-4 kilometer... SMP saya di Pamulang tiga kali naik angkot, sekali tempuh satu jam. Hampir setiap hari di angkot bapak-bapak merokok entah itu sopirnya. Mau nggak mau kami menghirup asap itu," jelas laki-laki kelahiran Jakarta, 6 November 1992 ini.


Seusai ditelusuri, terbukti benar Haykal terpapar asap berbahaya itu saat memakai transportasi umum. Orang-orang yang tidak lebih sadar bakal bahaya asap rokok seakan tidak peduli kepada kesehatannya maupun orang lain.

Seusai didiagnosis penyakit sesak napas sekian lama, mahasiswa Departemen Ilmu Jurnalistik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Padjajaran ini aktif dalam menyuarakan hak perokok pasif di ruang publik. Ia mengaku rutin menegur orang-orang yang berada di dekatnya yang merokok.

"Sebab telah divonis sesak napas saya ada merasa kesal, bukan kami yang merokok tapi kami ngerasian sakitnya. Pas SMA lebih berani kalau di angkot, 'ada peraturan ruang publik nih tolong jangan merokok' alias biasanya saya yg pindah alias turun," pungkasnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger