Home » , , , , , , , , » KEIN Dorong UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

KEIN Dorong UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Written By admin on Senin, 28 Agustus 2017 | Agustus 28, 2017


harian365.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2018 dalam Rancangan Biaya Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Angka tersebut mengalami kenaikan yang tak terlalu besar dibandingkan sasaran tahun ini, yakni 5,2%. 

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta angkat bicara soal sasaran ini dalam segi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, UMKM dan koperasi wajib menjadi penggerak ekonomi nasional sekaligus tulang punggung dari perekonomian nasional untuk seluruh sektor usaha.

"Perhatian pemerintah kepada UMKM dan koperasi ada, namun tak cukup. Jangan lah UMKM dan koperasi hanya jadi etalase," ujarnya saat ditemui harianhot usai memberbagi kuliah umum di Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MKPP) di Fakulas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Salemba pada Rabu (23/8/2017).


Ia melanjutkan, butuh diperbuat akselerasi dalam faktor distribusi aset dan jalan masuk untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM dan koperasi. Salah satunya dengan memberbagi kemudahan untuk memperoleh jalan masuk pendanaan alias permodalan dan memberbagi plafon kredit yang lebih besar.

"Yang dimaksud dengan UMKM itu kan pada sekarang batas atasnya itu mereka yang mempunyai scale katakanlah hingga Rp 50 miliar, mungkin kategorinya dapat di-upsize. Jadi batas limit kreditnya dapat lebih besar," tambahnya.

Ia meningkatkankan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga butuh ditingkatkan karena KUR adalah salah satu instrumen untuk menuntaskan UMKM untuk masuk ke kelas yang lebih tinggi.

"Ada satu lembaga pembiayaan yang memberbagi KUR, tapi dirinya berorientasi ekspor, memberbagi plafon hingga Rp 50 miliar. Itu sebetulnya untuk membangun supaya UMKM bukan hanya menjadi pemain di kelas nasional, tapi juga di kelas global," katanya.

Ia mencontohkan Jerman yang mengembangkan UMKM sebagai penggerak ekonomi. Di Jerman, katanya, UMKM menyuplai aktivitas industri besar hingga mengekspor hasil-hasil produksinya.

"Jadi UMKM kami itu, khususnya mikro maupun kecil yang basisnya rumah tangga wajib diindustrialisasikan. Umpama manajemen yang lebih baik, jalan masuk keuangan yang lebih besar, dan jalan masuk pasar lebih lebar, khususnya jalan masuk pasar yang menjadi tugas pemerintah. Dapat memberbagi koridor dan meningkatkan diplomasi perdagangan jadi jalan masuk pasar semakin menerus terbuka dan bertambah dari waktu ke waktu," paparnya.

Implikasinya adalah performa ekspor yang meningkat dan perlindungan lebih kepada UMKM. Jadi, pasar dalam negeri dapat dijaga dari serbuan produk-produk sejenis yang dapat dihasilkan oleh UMKM.

Arif melanjutkan, mesikipun UMKM menyerap tenaga kerja dengan cara dominan, tapi kontribusinya kepada pertumbuhan ekonomi belum begitu besar.

"Maka program kebijakan keadilan ekonomi melewati redistribusi aset dan redistribusi jalan masuk yang dicanangkan Presiden Jokowi menjadi salah satu jalan untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kontribusi UMKM kepada PDB jadi lebih besar lagi. Harapannya, investasi maupun ekspor minimal ke depannya 60% itu datang dari aktivitas ekonomi yang diperbuat dari UMKM," ucapnya.


Arief mengusulkan, UMKM dan koperasi wajib lebih dikembangkan supaya dapat menjadi penggerak ekonomi nasional dengan berbagai cara. Antara lain memberbagi kemudahan untuk jalan masuk kredit, memperbesar plafon kredit, dan membuka jalan masuk pasar.

"Lebih pentingnya lagi sekarang ada BUMDes yang wujudnya wajib koperasi jadi minimal aktivitas usaha yang ada di desa itu basisnya dapat diperbuat melewati ekonomi kerakyatan yang dikelola oleh BUMDes. Bukan hanya kegiatan simpan pinjam, tapi dapat dari segi koperasi distribusi, koperasi produksi, alias mungkin industri rumah tangga," ujarnya

BUMDes dan koperasi juga dapat berhimpun pada level regional maupun nasional jadi mempunyai posisi tawar yang lebih baik dengan sektor-sektor swasta besar untuk kegiatan sejenis.




Sumber : harhianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger