Home » , , , , , , , » KEIN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Daerah

KEIN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Daerah

Written By admin on Kamis, 10 Agustus 2017 | Agustus 10, 2017


harian365.com - Komite Ekonomi dan Industri Nasional mendorong pemerintah libatkan daerah dengan cara terintegrasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, merata dan bernilai. Sebab menjaga stabilitas ekonomi di daerah juga sangat penting untuk memelihara pertumbuhan ekonomi nasional.

"Persoalan pembangunan, terutama pengentasan kemiskinan, wajib dijalankan bersama (terutama) oleh pemerintah pusat dan daerah," papar Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/8/2017).

Pernyataan tersebut disampaikan usai menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/8). Hadir di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, perwakilan dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, pengusaha setempat, dan para pemangku kepentingan lain.

Arif menegaskan, keterlibatan daerah sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang bernilai. Untuk mendukung faktor itu, KEIN sudah meperbuat kajian 'Regional Growth Strategy: menuju Pertumbuhan yang Lebih Tinggi, Merata dan Bernilai'. 

Arif memberi tau, ketimpangan dan stabilitas ekonomi yang bervariasi antarwilayah menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hasil kajian KEIN menemukan bahwa 42% provinsi di Indonesia mempunyai pertumbuhan tak stabil. Bahkan pada triwulan I-2017, ada 39% provinsi yang pertumbuhan ekonominya di bawah rata-rata pertumbuhan nasional.

"Kalau pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah stabil, impian pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi malampaui angka 5% sangat mungkin terjadi," ucap Arif.

Pada permasalahan Jawa Tengah umpama, sejak tahun 2014 berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Pada tahun 2016 umpama, ketika ekonomi nasional tumbuh 5,02%, Jawa Tengah mencapai 5,28%. Pada kuartal I-2017, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 5,20% dan nasional 5,01%.

Kendati demikian, Arif memberi tau bahwa Jawa Tengah tetap butuh lebih giat dan strategis dalam menurunkan kemiskinannya. Kendati tingkat kemiskinannya turun semakin, tetapi dalam dua tahun terbaru terjadi perlambatan. Sampai tahun 2016, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah mencapai 13,19% dan nasional 10,70%.

"Penurunan kemiskinan ini yang butuh didorong," kata Arif. 

"KEIN mencoba memberbagi kontribusi solusi, dengan andalan Jawa Tengah ikut menjadi tahap penting dalam pembangunan dengan cara nasional," 

Potret kemiskinan di Jawa Tengah juga butuh perhatian khusus. Setidak sedikit 58% sudah berumur 50 tahun ke atas. Dari 81% kepala rumah tangga miskin yang tetap bekerja, lebih dari separuhnya menggantungkan nasib pada sektor pertanian.


Karakteristik wilayah Jawa Tengah juga sangat beragam. Sebab itulah, butuh kebijakan yang spesifik kepada kabupaten alias kota.

Sebagai contoh, di sejumlah wilayah semacam Banyumas, Klaten dan Sragen, pertumbuhan ekonominya tinggi tetapi tingkat kemiskinannya juga tinggi. 

Sementara di Pekalongan, Kawanggung dan Wonogiri, pertumbuhan ekonominya rendah dan kemiskinannya juga rendah.

Idealnya, semacam yang terjadi di berbagai wilayah, antara lain Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Salatiga, alias Kota Surakarta. Di wilayah-wilayah itu, dengan pertumbuhan ekonominya yang tinggi, tingkat kemiskinannya rendah dan indeks pembangunan manusianya (IPM) tinggi.

"Terbukti tak dapat ada satu obat untuk semua penyakit. Sebab itulah diperlukan keterlibatan daerah untuk mencapai pertumbuhan yang bernilai," pungkasnya.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger