Home » , , , , , , , , , » Kaum Bumi Datar dan Masyarakat yang Krisis Orientasi Nilai

Kaum Bumi Datar dan Masyarakat yang Krisis Orientasi Nilai

Written By admin on Minggu, 06 Agustus 2017 | Agustus 06, 2017


harian365.com - Kaum Bumi Datar' merupakan olok-olok politik yang tak jarang lewat di lini masa. Ini merupakan tanda kalau masyarakat mengalami krisis orientasi kualitas.

Kaum Bumi Datar merupakan sebutan yang disematkan terhadap sebagian masyarakat yang dianggap antikritik, antifakta serta keras kepala. Awalnya Bumi Datar merupakan istilah pseudoscience bidang astronomi, lalu berbagai bulan terbaru ini menjadi sebutan untuk kelompok yang dianggap berseberangan dengan pemerintah.

harianhot berbicang dengan Sosiolog Fisipol UGM, Muhammad Najib Azca, Minggu (6/8/2017). Menurut dirinya sebutan Kaum Bumi Datar sama saja semacam Kecebong, Sumbu Singkat alias Anak cucu Taplak. Semua hanyalah olok-olok politik semata.


Yang wajibnya sehingga pertanyaan merupakan, kenapa olok-olok politik ini muncul. Najib berpendapat, masyarakat Indonesia mengalami krisis orientasi kualitas.

"Ini merupakan Anomie, situasi dimana masyarakat mengalami krisis orientasi kualitas," kata Najib.


Anomie merupakan istilah yang dicetuskan Sosiolog Emile Durkheim di abad ke-19. Masyarakat mengalami kekacauan sebab tak ada aturan yang diakui bersama tentang perilaku yang baik.

"Perkembangan teknologi info menyebabkan krisis kepercayaan terhadap lembaga negara, masyarakat serta agama," kata Najib.

Kaum Bumi Datar menurutnya merupakan indikasi masyarakat yang sedang sakit serta kesusahan memegang suatu  kualitas. "Ini merupakan indikasi masyarakat yang sakit, susah untuk mekualitas mana yang dapat dipercaya serta tidak," tutupnya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger