Home » , , , , , , , , , » Kasus 'Walet' Novel Diungkit, Bibit Samad: Siapa di Belakang Mereka?

Kasus 'Walet' Novel Diungkit, Bibit Samad: Siapa di Belakang Mereka?

Written By admin on Rabu, 23 Agustus 2017 | Agustus 23, 2017


harian365.com - Pelaku pencurian sarang burung walet yang mengaku dianiaya Novel Baswedan memperlawankan terhadap Pansus Hak Angket KPK. Menurut eks Ceo KPK, Bibit Samad Rianto, masyarakat telah dapat mekualitas siapa di balik perbuatan tidak relevan ini.

"Ya terbukti (tidak relevan). Mestinya kan masyarakat dapat mekualitas, siapa itu di belakang mereka? Ada-ada saja, jadi persoalannya kan dikait-kaitkan dengan politik. Kalau itu permasalahan pidana kenapa dikaitkan ke hak angket?" kata Bibit saat dikonfirmasi harianhot, Selasa (22/8/2017).

Semestinya, kata Bibit, permasalahan hukum tidak ditarik ke ranah politik lewat Pansus Hak Angket. Bibit menyebutkan ini seolah mekegunaaankan peristiwa. Ia pun mengenang saat periodenya menjabat di lembaga antirasuah dulu juga terjadi faktor serupa.

"Semua mau dicari, kemudian semacam jilid 3 itu kan diadukan semua, berpersoalan semua. Ya kalau orang dicari-cari kesalahannya semacam apa kan tentu ketemu. Tapi relevan apa enggak? Kalau Kamu bilang nggak relevan, ya nggak relevan. Hanya meramaikan suasana gitu. Seakan-akan KPK brengsek semua," ujarnya.

Apabila semua dicurigai, Bibit mempertanyakan gunanya fit and propet test saat perekrutan pegawai KPK. Bibit mempersilakan apabila ada pihak yang ingin menguji integritas KPK. Tetapi, relevansinya juga butuh dijaga.

"Iya, kalau dilarikan ke angket itu kan penyelesaian dengan cara politik. Persoalan politik, yang intinya berpendapat bahwa orang di KPK itu nggak bener. Semacam itu menurut pendapat saya. Silakan saja yang di KPK juga dilihat integritasnya, segala macam. Yang jelas korupsi itu menjadi penyakit moral bangsa ini dengan cara kronis, yang wajib merubah itu (merupakan) moral," ujar Bibit yang saat ini menjabat sebagai Ketua Satgas Sertaa Desa.


Kemarin (22/8), pelaku pencurian sarang burung walet yang mengaku dianiaya oleh Novel mengaku telah melaporkan perkaranya ke Pansus hak angket. Dari keempat orang yang melapor, satu orang bernama Dedi Nuryadi mengaku menjadi korban salah tangkap. Dugaan permasalahan ini terjadi pada tahun 2004 saat Novel tetap menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polres Bengkulu.

KPK sebelumnya menegaskan permasalahan yang diajukan pada 2015 ini telah ditutup. Tetapi, akhirnya banding diajukan, serta keempat korban penganiayaan tersebut memenanginya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) diminta segera mengembalikan berkas-berkas dakwaan serta arsip lainnya untuk diperbuat penuntutan, tetapi Novel belum didakwa. 




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger