Home » , , , , , , , , , , , , » Jangan Anggap Sepele, Sayuran dan Telur Juga Bisa Sebabkan Keracunan Makanan

Jangan Anggap Sepele, Sayuran dan Telur Juga Bisa Sebabkan Keracunan Makanan

Written By admin on Kamis, 10 Agustus 2017 | Agustus 10, 2017


harian365.com - Setiap tahun jutaan orang alamiah keracunan makanan. Berbagai bahkan berujung pada kematian. Sebabnya waspadai makanan yang Kamu konsumsi setiap sore.

Di Inggris, sekiranya 20.000 orang dirawat di rumah sakit sebab keracunan makanan serta 500 orang meninggal dunia setiap tahunnya. 

Meski keracunan makanan tetap tak jarang dianggap sebagai faktor sepele. Tetapi keracunan makanan ini bisa berdampak fatal apabila tak ditangani dengan cocok serta serius. Tidak hanya dari proses pengolahan makanan yang tak jelas, kebersihan juga menjadi faktor mutlak makanan terkontaminasi bakteri.

Diberitakan Express UK (09/08/17), menurut Australian Institute of Food Saftety, ada berbagai tipe makanan yang mempunyai risiko lebih tinggi kepada pertumbuhan bakteri serta virus. Dibandingkan yang lain, berbagai tipe makanan ini merupakan makanan yang tak jarang dikonsumsi sehari-hari.


Unggas menjadi salah satu bahan makanan yang berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan. Daging unggas meliputi, ayam, bebek, serta tipe fauna ternak burung lainnya. 

Daging unggas mentah alias yang tak lebih matang bisa terkontaminasi bakteri campylobacter serta salmonella. Menurut Australian Institute of Food Saftery,bakteri bisa bersi kukuh sampai uap panas membunuh mereka.

2.Telur


Baru-baru ini terungkap bahwa produk telur yang berada di Belanda sudah terkontaminasi dengan insektisida. Telur-telur ini juga berbahaya sebab sudah positif mengandung virus salmonella.

Untuk menghindarinya, Australian Institute of Food Safety mengusulkan untuk memasak telur dengan cara matang, hindari mengonsumsi telur yang setengah matang, 

3.Sayuran hijau


Tidak jarang kali sayuran hijau dianggap sebagai salah satu makanan sehat kaya nutrisi, jadi tak sedikit orang yang mengonsumsinya dalam keadaan mentah. Faktor ini sebetulnya lumayan berisiko sebab bakteri semacam E.Coli bisa dengan mudah masuk ke tubuh.

Tetapi, menurut Australian Institute of Food Saftery, mencuci sayuran hijau sampai bersih bisa mengurangi risiko terjangkit bakteri berbahaya sekaligus menghindari pestisida kimia yang menempel di sayuran.

4. Susu mentah



Susu mentah alias susu yang tak melewati proses pasteurisasi, mempunyai risiko tinggi mengandung bakteri yang berbahaya.

Susu yang diminum langsung seusai diperah dari sapi, berisiko lebih tinggi terkontaminas bakteri semacam E.Coli, salmonella, serta listeria. Dibandingkan susu yang sudah melewati proses pasteurisasi.

5. Keju


Bakteri yang biasanya ditemukan dalam keju merupakan staphylococcus aureus. Bakteri ini cenderung bisa bersi kukuh dalam suhu panas. Jadi tutorial paling baik untuk menghindari supaya keju tak terkontaminasi merupakan, dengan menyimpannya di bawah 5 derajat. Terus dingginya suhu ruangan maka bakal terus lambat pertumbuhan bakteri pada keju.






Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger