Home » , , , , , , , » Ibu Kuli Bangunan yang Dibui 158 Hari Tanpa Kesalahan: Saya Sedih

Ibu Kuli Bangunan yang Dibui 158 Hari Tanpa Kesalahan: Saya Sedih

Written By admin on Senin, 21 Agustus 2017 | Agustus 21, 2017


harian365.com - Kuli bangunan dari Cibadak, Rangkasbitung, Banten, Eli Sundari (22) meringkuk 158 hari di balik jeruji besi. Akhir-akhir memang, pria yang hanya mengenyam bangku SMP itu tidak bersalah sama sekali.

"Saya kecewa. Lebaran tidak ada anak. Kita cuma berdua, saya serta suami saya di rumah," kata bunda Eli, Eni (41) saat berbincang dengan harianhot, Senin (21/8/2017).

Bila anaknya hanya lulusan SMP, pendidikan Eni lebih rendah. Ia tidak hingga lulus SD, hanya hingga mengenyam bangku kelas 3 SD.

"Saya kaget, anak saya nggak tahu apa-apa, kok ditahan," tutur Eni.

Kekagetan Eni bukannya tanpa alasan. Sebab pada saat kejadian, anaknya sedang tidur di rumah. Paginya, pemilik rumah mendatangi mereka serta menuduh Eli yang mengambil pompa air.

"Pagi-pagi yang punya barang ke sini, malamnya katanya ada kejadian. Anak saya tanya 'Kejadian apa?'. Anak saya bengong-bengong. Dirinya seharian menggali pondasi rumah, kecapekan. Boro-boro keluar rumah. Nggak mungkin keluar rumah. Malam istirahat," tutur Eni.

Kejadian pencurian pompa air yang dimaksud terjadi di rumah Muhtadi yang sedang direnovasi pada 12 Januari 2017 malam. Eli sedang tertidur di rumahnya yang tidak jauh dari rumah Muhtadi. 

Eli tidak menyangka tiba-tiba ikut diproses oleh Polsek Cibadak serta wajib meringkuk di sel tahanan sejak 4 Februari 2017. Sejak saat itu, hari-hari Eli dihabiskan di balik jeruji besi.

Eli akhirnya dibebaskan demi hukum sebab masa penahanannya telah habis pada 12 Juli 2017.

Eli dirilis ke pengadilan dengan terdakwa Ade Saepulloh. Duduk sebagai ketua majelis M Zakiuddin dengan anak buah Rahmawati serta Nartilona. Pada 15 Agustus 2017, majelis hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara terhadap Ade sedangkan Eli divonis bebas. 


Eli dinyatakan tidak memang sebagaimana dakwaan jaksa serta proses penyidikan Polsek Cibadak yaitu mencuri pompa air sekualitas Rp 2 juta milik Muhtadi. Tidak hanya itu, PN Rangkasbitung mekualitas ada pemalsuan tanda tangan di BAP Eli, jadi proses hukum menjadi cacat.

Proses bebasnya Eli di bawah bantuah hukum LBH Jatramada, Lebak. Atas faktor itu, Eni mengucapkan terimakasih tidak terhingga terhadap LBH Jatramada.

"Alhamdulilah, bahagia (dibantu LBH). Masya Allah," pungkas Eni dengan terbata-bata. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger