Home » , , , , , , , » Hati-hati Provokasi, Stop Polemik Patung di Tuban

Hati-hati Provokasi, Stop Polemik Patung di Tuban

Written By admin on Rabu, 09 Agustus 2017 | Agustus 09, 2017


harian365.com - Masyarakat diminta hati-hati menonton polemik patung dewa kelenteng di Tuban. Persoalannya wajib didudukan dengan jelas dan provokasi wajib dihindari.

Agus Maimun merupakan anak buah DPRD Provinsi Jawa Timur yang juga warga Tuban. Tempat tinggalnya kurang lebih 30 meter dari psupaya kelenteng Kwan Sing Bio. Dirinya meminta polemik kehadiran patung Khong Co Kwaan Sing Tee Koen dihentikan.

"Mengikuti perkembangan belakangan ini, polemik patung di Kelenteng Kwan Sing Bio terus marak di media sosial," kata Agus Maimun terhadap detikcom melewati pesan Whatsapp, Selasa (8/8/2017).

Agus meminta masyarakat menonton persoalan ini dalam konteks yang jelas. Patung yang diperpersoalankan ada di dalam kelenteng dan bukan area publik. Jadi tak cocok apabila dipersepsikan sebagai penguasaan terhadap area umum.


"Bahwa patung Khong Co Kwaan Sing Tee Koen, berada di areal Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, yang lokasinya ada di belakang altar kelenteng. Patungnya juga tak terkesan di area publik, maka tak benar kalau patung tersebut dipersepsikan sebagai ikon kota Tuban yang berada di alun-alun kota alias area publik lainnya," tuturnya.

Ia meningkatkankan, tak cocok patung tersebut dibandingkan dengan patung para pahlawan. Patung dewa dan patung pahlawan pasti beda maksud dan tujuan pembangunannya.

"Sebab terbukti beda konteks dan peruntukannya," terangnya.

Politisi dari PAN ini berkata, polemik patung Kwaan Sing Tee Koen ramai dan viral di media sosial. Tetapi menurutnya, warga Tuban orisinil tak meributkannya.

"Sementara warga Tuban tak menjadikan faktor ini polemik, apalagi meributkannya. Saya juga tak sempat mendengar ada warga Tuban yang mempersoalkan kehadiran patung tersebut," jelasnya.

Agus yang juga Bendahara DPW PAN Jatim ini menerangkan, masyarakat Tuban sangat religius. Mereka terbiasa nasib harmonis, berdampingan dengan beberapa elemen masyarakat yang majemuk.

"Mohon situasi ini tak dirusak oleh pihak luar yang tak mengerti sama sekali persoalan yang sebetulnya dan mewaspadai pihak-pihak yang tak bertanggung jawab dan ingin memanaskan situasi harmonis yang selagi ini tersadar di Tuban," harapnya.


Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Jatim ini membicarakan, Pemkab Tuban bersama Forum komunikasi ceo daerah (Forkompimda) dan MUI, telah mengadakan pertemuan untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut. Sebab, persoalan orisinil soal patung ini merupakan soal IMB-nya.

"Kita serahkan penyelesaian persoalan ini terhadap pemerintah daerah. Mendorong pemerintah untuk menyelesaikan dan memprioritaskab persoalan ketimpangan, kesenjangan sebagai akar persoalan untuk mewujudkan keadilan sosial," tandasnya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger