Home » , , , , , , , » Elon Musk Mengaku Bipolar, Diduga Ini Penyebabnya

Elon Musk Mengaku Bipolar, Diduga Ini Penyebabnya

Written By admin on Kamis, 03 Agustus 2017 | Agustus 03, 2017


harian365.com - Pria di balik keberhasilan Tesla, Elon Musk, baru-baru ini menggemparkan dunia dengan pengakuannya mengenai gangguan bipolar.

Faktanya suatu  penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Health and Social Behavior di tahun 2014 menunjukkan bahwa para CEO terbukti rata-rata mengalami tingkat depresi dua kali lipat daripada orang tidak sedikit.

"Ini tidak mengejutkan sebab tidak sedikit orang dengan gangguan bipolar menjadi sangat berhasil, sebab mereka sangat kreatif, tahan banting serta proaktif dalam menambah potensi dirinya," ungkap Dennis C Miller, mantan CEO serta penulis buku 'Moppin Floors to CEO: From Hopelessness and Failure to Happiness and Success' terhadap Fox Business.

Miller juga mengaku mempunyai gangguan ini. Bahkan menurutnya, apabila tanpa gangguan mental ini, ia mungkin takkan seberhasil sekarang.


Menanggapi kesaksian Musk, seorang psikiater dari University of Toronto, Dr Sam Ozersky berkomentar, kalaupun belum terdiagnosis dengan cara resmi dengan gangguan bipolar dapat sehingga Musk mengidap hypomania alias bentuk manik yang lebih ringan.

Hypomania sendiri ditandai dengan perasaan gembira yang tidak jarang meluap-luap serta hiperaktif. "Kadang-kadang hypomania ini juga keren. Ada sedikit 'high' yang membikin para CEO ini berani mengambil risiko serta memberi mereka kepercayaan diri," terangnya.

Meski hanya berbicara stres, tetapi dari pernyataannya bahwa ada 'stres tidak berketelahan' yang dialaminya', maka ini sekaligus memberbagi bukti bahwa stres kronis alias berkepanjangan identik dengan depresi.

Stes yang dialami Musk nampaknya juga bukan hanya sebab pekerjaannya sebagai CEO, melainkan juga terkesan dari jalan panjangnya dalam menjalin hubungan.


Pria berumur 46 tahun tersebut telah tiga kali menikah. Dua di antaranya merupakan dengan aktris serta model asal Inggris, Talulah Riley. Keduanya pertama kali menikah di tahun 2010 lalu berpisah di tahun 2012. Tetapi berbagai bulan kemudian, keduanya mengikat janji kembali.

Bahkan ketika bakal mencerai Riley, Musk pun pernah maju mundur. Sampai akhirnya proses perceraian mereka baru final di tahun 2016 akhir.

Luar biasanya, sejumlah penelitian juga menyebut adanya keterkaitan antara teknologi dengan kecenderungan depresi pada mereka yang tidak jarang memakaigadget sebab mereka berada di bawah tekanan untuk semakin membalas email alias telepon meskipun tidak sedang di kantor. SedangkanMusk merupakan seorangenterpreneur yang tidak sedikit bergerak di bidang inovasi teknologi.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger