Home » , , , , , , , , , , » Ekonomi Jakarta Melambat, Ini Analisanya

Ekonomi Jakarta Melambat, Ini Analisanya

Written By admin on Selasa, 08 Agustus 2017 | Agustus 08, 2017


harian365.com - Bank Indonesia (BI) mengabarkan, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II-2017 melambat, dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya, dan lebih rendah dari prakiraan BI. 

Perlambatan yang khususnya disebabkan oleh pelemahan kinerja ekspor dan impor, dan belanja pemerintah ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II-2017 turun menjadi 5,96% dari 6,45% di triwulan sebelumnya. 

Tetapi demikian, pertumbuhan sepanjang semester I-2017 tercatat 6,20%, alias lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 5,89%.

Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Doni P. Joewono, berbicara pelemahan kinerja ekspor DKI Jakarta tak terlepas dari perkembangan pasar luar negeri untuk produk ekspor mutlak Jakarta semacam kendaraan bermotor dan perhiasan yang belum sejalan dengan pembetulan kondisi ekonomi global dengan cara umum. 

Pada triwulan II-2017, ekspor Jakarta mengalami pertumbuhan negatif 13,69%, lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencatat minus 5,84%. Tidak hanya itu, kebijakan pemerintah melewati Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. SK2717/Aj.201/DRJD mengenai Pengaturan Lalu-lintas dan Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang pada Masa Angkutan Lebaran tahun 2017 turut berkontribusi dalam rendahnya aktivitas ekspor dan impor Jakarta. 

Berdasarkan peraturan tersebut angkutan barang ekspor dan impor pada masa angkutan lebaran tahun 2017, yaitu dari 21 Juni hingga dengan 29 Juni 2017 tak boleh beroperasi melewati jalan nasional dan jalan tol. Kebijakan terebut menyebabkan menurunnya aktivitas arus barang dari dan menuju pelabuhan, tergolong yang terkait dengan kegiatan ekspor dan impor.

"Pelemahan ekonomi juga dikontribusi oleh melemahnya kinerja belanja pemerintah, khususnya pada belanja kementerian dan lembaga yang berkantor di bunda kota. Turunnya kinerja belanja pemerintah tersebut khususnya disebabkan oleh bergesernya pembayaran gaji dan tunjangan ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) dari triwulan II ke triwulan III-2017," papar Doni dalam keterangannya, Selasa (8/8/2017). 

Pada tahun lalu, gaji dan tunjangan ke-13 dan gaji ke-14 (tunjangan hari raya) dibayarkan pada Juni. Sedangkan pada tahun ini, gaji dan tunjangan tersebut baru dibayarkan pada Juli 2017 (triwulan III). Akibat dari ditundanya pembayaran gaji dan tunjangan ke-13 bagi PNS yaitu kontraksi kepada konsumsi pemerintah pada triwulan II-2017 sebesar 5,15%.

Sementara itu, komponen pengeluaran yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II-2017 adalah konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) dan ekspor neto antardaerah yang tetap tumbuh lumayan tinggi, meskipun mengalami perlambatan. 

Laju perlambatan pada konsumsi rumah tangga bisa tertahan dengan adanya hal puasa dan idul Fitri, sedangkan pada konsumsi LNPRT terbantu dengan adanya pilkada DKI Jakarta putaran kedua dan persiapan pilkada di daerah lain, dan kegiatan yayasan (lembaga) keagamaan sepanjang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Sebaliknya investasi (PMTB) tumbuh meningkat sejalan dengan realisasi beberapa proyek infrastruktur di DKI Jakarta.

Sejalan dengan pelemahan kinerja ekspor dan impor, dua lapangan usaha (LU) mutlak dalam PDRB DKI Jakarta, yaitu LU perdagangan, dan industri pengolahan, mengalami perlambatan pertumbuhan. LU perdagangan yang melambat disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan intermediate demand dari kegiatan industri pengolahan yang pada periode laporan menunjukkan perlambatan. 


Sementara itu, LU mutlak lainnya yaitu konstruksi mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan PMTB yang juga meningkat, demikian juga LU info dan komunikasi yang memberi kontribusi besar kepada pertumbuhan ekonomi Jakarta. Meningkatnya pemakaian data internet sepanjang triwulan II-2017, sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat yang terus tak jarang memakai media sosial, dan berbelanja dengan cara online, adalah beberapa hal pendorongnya.

"Pertumbuhan ekonomi yang membaik pada paruh pertama 2017, diprakirakan bakal berlanjut pada triwulan berikutnya. Pertumbuhan konsumsi pemerintah diprakirakan naik didorong oleh belanja pegawai yang meningkat. Tidak hanya itu, pertumbuhan investasi diprakirakan tetap terjaga, didukung oleh realisasi beberapa proyek infrastruktur pemerintah. Sementara itu, kegiatan ekspor dan impor diperkirakan bakal membaik sejalan dengan pembetulan ekonomi global dan kembali normalnya jalan nasional dan jalan tol untuk kegiatan angkutan barang ekspor dan impor," tutur Doni. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger