Home » , , , , , , , , , , » Dibuat Harap-Harap Cemas sampai Sesak Napas Menuju Asian Games 1962

Dibuat Harap-Harap Cemas sampai Sesak Napas Menuju Asian Games 1962

Written By admin on Rabu, 16 Agustus 2017 | Agustus 16, 2017



harian365.com - Sebelum menjadi baginda rumah Asian Games 2018, Indonesia sempat menggelarnya pada 1962. Bagaimana peluang itu dapat didapatkan?

Asian Games XVIII sehingga peluang kedua Indonesia bertindak sebagai baginda rumah pesta olahraga se-Asia itu. Indonesia menjadi pengganti Vietnam yang lebih dulu diputuskan sebagai baginda rumah, tapi akhirnya mundur di tengah perjalanan. 

Peluang itu menjadi yang kedua bagi Indonesia. Indonesia sempat menggelar pesta olahraga negara-negara Asia pada 1962. 

Asian Games 1962 dapat dibilang sehingga pembuktian Indonesia menjawab tantangan internasional. Karenanya, tahun-tahun itu merupakan masa saat Indonesia sedang mengawali upaya untuk bangit seusai dikuasai Jepang. 

Semacam dikisahkan Wienakto & Soetopo dalam Sport, Nationalism and Orientalism (Fan Hong:2006), langkah awal Indonesia menjadi baginda rumah amat sangat tidak mulus. Indonesia begitu diragukan performanya menggelar pesta olahraga paling besar di Asia itu.

Tidak sedikit hal yang kala itu sehingga pertimbangan. Mulai dari bagaimana Indonesia memberi fasilitas, akomodasi sampai persoalan transportasi.

Penjajakan Indonesia untuk menjadi baginda rumah berjalan lama. Hasarat menjadi baginda rumah Asian Games itu timbul seusai Indonesia selalu mengikuti pertemuan Asian Games Federation (AGF) di New Delhi 1951, Manila 1954, serta Melbourne 1956.

Peristiwatum itu didapatkan pada 23 Mei 1958, sehari sebelum pembukaan Asian Games Tokyo saat AGF menggelar rapat soal penentuan baginda rumah berikutnya. Indonesia bersaing dengan Pakistan sebagai baginda rumah Asian Games. Indoensia mengajukan jakarta sedangkan Pakistan memperkenalkan Kota Karachi sebagai baginda rumah.

Dalam rapat itu, Indonesia mendelegasikan Sri Paku Alam, Dr. Halim yang dipimpin Menteri Olahraga Maladi. Sebelum berangkat, Presiden Soekarno diketahui menugaskan satu hal; bawa Asian Games ke Jakarta.

Seusai melewati perdebatan yang panjang, Indonesia terpilih menjadi baginda rumah. Indonesia memenangkan voting member AGF setidak sedikit 22 suara, mengalahkan Pakistan yang meraup 20 dukungan. Palu pun diketuk serta menyebutkan Asian Games 1962 digelar di Jakarta.

Paku Alam langsung memberi tau berita tersanjung itu para para kontingen Indonesia. "Goal. Diterima. Asian Games keempat di Jakarta!" ujar Paku Alam ketika itu.

Awalnya para kontingen ragu bakal kebenaran berita itu. Tetapi pada akhirnya, mereka percaya usai ada tambahan info dari Paku Alam.

"Hatiku sangat tersanjung. Saya hampir merasa sesak napas," cerita Wienakto.


Tak lama kemudian, Wienakto bergegas menuju stasiun kecil radio Indonesia di Meiji Park Main Stadium, Tokyo, untuk mengadukan kepastian Indonesia menjadi baginda rumah Asian Games 1962.

Indonesia yang belum punya infrastruktur memadai mau tidak mau langsung menggenjot pembangunan. Hanya dalam tempo singkat, kurang lebih tiga tahun, Indonesia punya segalanya, mulai dari bandara, hotel, patung sampai rumit stadion yakni Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta, yang tetap dapat dipakai sampai saat ini.

Kompleks Gelora Bung Karno saat ini sedang direnovasi untuk menghelat pergelaran yang sama semacam 55 tahun silam. Pada 18 Agustus 2018 nanti, Asian Games XVIII bakal digelar di Indonesia. 




Sumber : hariansport

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger