Home » , , , , , , , , » Cerita Inspiratif M Fadli, Tetap Gigih Berjuang Meski Kaki Diamputasi

Cerita Inspiratif M Fadli, Tetap Gigih Berjuang Meski Kaki Diamputasi

Written By admin on Senin, 07 Agustus 2017 | Agustus 07, 2017


harian365.com - Menjadi seorang pembalap mendampingi M Fadli dalam ajang Asia Road Racing Championship 2015. Tetapi, di ajang tersebut pula ia wajib mengalami kecelakaan yang membikinnya kehilangan kaki kirinya.

Saat ditemui harianhealth, Minggu (6/8/2017), di kawasan Kemang saat agenda 12th Anniversary Fitness First, Fadli membicarakan bahwa ia pernah mencoba mempertahankan kakinya. Bahkan, ia telah melalui proses rekonstruksi kaki kirinya selagi 6 bulan.

"Saat itu telah rekonstruksi 6 bulan, kaki saya telah berbentuk lagi, tulangnya yang pernah rusak 12 tahap telah nyambung. Tapi tendonnya telah ancur sehingga physically ada tapi ga bermanfaat," tutur pria yang sekarang berumur 33 tahun.

Untuk berlangsung pun Fadli saat itu tetap membutuhkan tongkat meskipun telah meperbuat rekonstruksi kaki kirinya. Akhirnya, Fadli malah merasa bahwa kaki kirinya yang telah kembali normal dengan cara bentuk justru membikin ia menjumpai kesusahan. Pendek cerita, ia memutuskan untuk meperbuat amputasi. Seusai amputasi, ia merasa dapat beraktivitas lebih baik.

Seusai amputasi, Fadli juga melalui fase yang tak mengenakan.

"Saya bed rest satu tahun. Saya berpikir ga dapat terus begini dan saya ingin membenahi nilai hidup saya yang saat itu berat badan saya mulai naik, saya merasa tak lebih fit," tuturnya.


Ia pun mencoba olahraga sepeda sebab dirasa paling tepat untuknya. Sebab, sepada hanya membutuhkan kayuhan dan kekuatan kaki kirinya yang tak lebih dapat dibantu dengan ayuhan dari kaki kanannya. Ini juga ia perbuat untuk melatih corenya supaya terus kuat.

Tak mudah awalnya, ia wajib membiasakan diri dengan luka lecet saat bersepeda hingga lukanya mengering. Dampaknya, pada permulaannya ia kesusahan untuk meperbuatnya dengan cara selalu. Tetapi, lambat naun dirinya kembali terbiasa dan dapat meperbuatnya dengan cara terjadwal. 

"Saya bersepeda, ketika memperoleh feelnya kembali (semangat olahraga), saya latihan dulu lagi hingga akhirnya sehingga atlet sepeda," kisahnya dengan senyum merekah.

Berkat tekadnya untuk menanggulangi persoalan yang ada dan dukungan dari keluarga, tim balapnya terdahulu dan dari Fitness First, Fadli akhirnya sukses menjadi perwakilan dalam Sea Games 2017 dan Paralympic Games Tokyo 2020 dengan cabang bersepeda. Terhadap kawan-kawan dengan hidup serupa Fadli pun menitipkan pesan.


"Setiap orang tentu punya persoalan, ada yang ditinggal keluarga alias kehilangan harta. Musibah saya kehilangan anak buah tubuh. Lihat ke bawah dan fokus pada masa depan. Jangan mikir begini begitu sebab cuma ada penyesalan dan kami tentu ga punya power untuk langkah ke depan," ujarnya.

Kini, Fadli mengaku merasa lebih bugar, bahkan lebih bugar dibandingkan ketika ia belum meperbuat olahraga sepeda. Ia juga bersyukur sebab dengan olahraga sepeda ia menjadi lebih produktif dan tak hanya berdiam diri di rumah. Wah, semangat terus ya Fadli.



Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger