Bromo Selalu Bikin Rindu

Written By admin on Sabtu, 19 Agustus 2017 | Agustus 19, 2017


harian365.com - Mengutip istilah para backpacker, 'jangan mengaku traveler kalau belum sempat ke Bromo'. Hari ini saya mengawali perjalanan dari Jakarta menuju Kota Malang.

Dengan memakai kereta api, pengalaman pertama saya memakai moda transportasi ini dengan tujuan luar kota serta di tempuh selagi tak lebih lebih 17 jam. Bagi para backpacker ini yang dinamakan trip, setiap perjalanan bakal terbayar saat kami hingga dilokasi yang dituju, begitu katanya. Tapi buat saya sangat melelahkan.

Malang bukan hanya memperkenalkan Bromo sebagai destinasi wisata, sesampainya kereta di stasiun Malang kami langsung disuguhi pemandangan indah Taman Balai Kota Malang. Acara harus Traveler untuk singgah dulu di taman balai kota ini untuk sekadar gambar alias menikmati suasana taman yang berwarna-warni.

Sebab perjalanan ke Gunung Bromo bakal dimulai pada dini hari, sehingga saya bisa mekegunaaankan siang harinya untuk mengunjungi berbagai tempat wisata.

Dari balai kota saya menuju Candi Jago, perjalanan di tempuh kurang lebih 1 jam. Candi Jago tak begitu besar serta terkesan telah tak begitu orisinil lagi, mungkin sebab telah tak sedikit diperbuat pemugaran. Cuaca di area candi pada siang hari lumayan panas, saya memutuskan tak berlama-lama di area ini serta langsung menuju Gubuk Klakah. Di sana tersedia air terjun yang lumayan populer yaitu Coban Pelangi. Jalanan yang lumayan terjal harus dilalui dengan jalan kaki untuk bisa hingga di lokasi air terjun.


Akhirnya yang ditunggu pun tiba. Perjalanan menuju kawah Bromo dimulai pada pukul 01.00 WIB. Jeep telah menantikan untuk mengangkat saya menelusuri jalanan menuju Bromo. Ditempuh selagi tak lebih lebih dua jam dari Desa Gubug Klakah, jalanannya yang terjal, turun naik, serta berliku-liku. Inilah sensasi yang di bisa serta tak bakal terlupa.

Seusai itu dilanjutkan dengan berlangsung kaki selagi tak lebih lebih 30 menit menuju Pananjakan. Untuk bisa hingga di puncak kawah saya harus menaiki anak tangga setidak sedikit 250 anak tangga. Tapi tak usah khawatir segala kelelahan bakal terbayar ketika kami hingga diatas serta bisa menikmati keindahan maha karya Sang Pencipta.

Semacam yang Henry Miller bilang “One's destination is never a place, but a new way of seeing things”.




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger