Home » , , , , , , » Blusukan ala Susi di Natuna, Naik Motor Hingga Hujan-hujanan

Blusukan ala Susi di Natuna, Naik Motor Hingga Hujan-hujanan

Written By admin on Selasa, 08 Agustus 2017 | Agustus 08, 2017


harian365.com - Usai memberikan bantuan alat tangkap serta kapal terhadap nelayan di Sentra Kelautan serta Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Menteri Kelautan serta Perikanan, Susi Pudjiastuti langsung menuju Desa Semalau, Pulau Tiga, Kabupaten Natuna. Dengan menunggangi sea rider milik TNI AL, Susi bakal mengunjungi desa nelayan yang ada di Pulau Tiga tersebut.

Blusukan dirasa menjadi tutorial jitu Menteri Kelautan serta Perikanan, Susi Pudjiastuti untuk memastikan kondisi terkini nelayan yang ada di Desa Semalau.

Berdasarkan pantauan harianhot di lokasi, Senin (7/8/2017), sesampainya di dermaga, Susi menyempatkan diri terlebih dahulu mampir ke tempat penampungan sementara para ABK kapal pencuri ikan milik Vietnam yang ditahan oleh Satgas 115. 

Tak lama-lama di lokasi, Susi kemudian menuju desa nelayan yang ada di Pulau Tiga tersebut. Tanpa pikir panjang, dengan tetap mengenakan pakaian pink bergaris merah serta sendal jepit, Susi langsung naik ke atas sepeda motor serta dibonceng oleh pegawai dari Direktorat Penglihatan Sumber Daya Kelautan serta Perikanan.

Saat itu waktu menunjukkan jam 14.20 WIB, tetapi matahari tidak bersinar terik lantaran cuaca yang mendung serta gelap. Baru naik ke atas motor, hujan pun turun. Tapi tidak menyurutkan niat Susi untuk menjumpai nelayan yang ada di lokasi. 


"Ayo antarkan saya ke kampung nelayan," kata Susi.

Cukup jauh perjalanan menyusuri pinggir pantai di pulau tersebut. Jalanan yang dilewati pun tengah dalam pengerjaan jadi medan yang dilewati lumayan licin, belum lagi ditambah hujan yang terus lama terus deras. Tetapi Susi terus memacu sepeda motornya untuk menuju ke kampung nelayan.

Susi kemudian berhenti di salah satu rumah nelayan yang ada di pinggir jalan. Ia mampir ke dalam rumah tersebut, serta menyapa pemilik rumah yang ada di pinggir pantai di Pulau Tiga. 

"Apa berita, Ibu? Ini rumah dari PUPR ya? Anak berapa? Satu saja? KB ya?," ujar Susi tersenyum.


Tak lama, Susi kemudian duduk di bangku depan rumah yang dibangun oleh pemilik rumah. Sambil duduk, Susi bercengkrama dengan Camat setempat serta menanyakan soal hasil tangkapan nelayan yang ada saat ini. Kondisi saat itu, tetap dengan hujan yang turun rintik-rintik. Sambil sesekali para warga yang ada bergambar bersamanya.

"Yang tidak biasa hujan-hujanan, jangan hujan-hujanan. Sakit kalian nanti," katanya.

"Ada perbedaannya enggak sejak kapal asing enggak ada?," tanya Susi.

"Jauh, Bu. Hasil tangkapannya lumayan tidak sedikit sekarang. Guritanya, cumi-cuminya. Kalau dulu kami rebutan sama Vietnam serta Thailand. Kalahlah kita, Bu," kata Camat tersebut.


Susi juga menerima keluhan mengenai keperluan pabrik es di Natuna. Susi mengaku bakal memberbagi mesin es yang bakal diberbagi ke lokasi di Pulau Tiga yang telah disiapkan. Tetapi Susi meminta terhadap nelayan untuk tidak memangkas pohon bakau yang ada di pulau tersebut. Faktor tersebut untuk menjaga sumber daya air tawar di daerah tersebut serta mencegah turunnya permukaan tanah.

"Pokoknya sekarang Natuna minta listips gampang, minta apa gampang. Rumahnya telah keren-keren. Desa bapak lebih keren daripada Wakatobi. Wakatobi jorok, kotor, jelek. Di sini bersih, keren, tapi tetap tidak lebih bersih sebab sampah plastiknya tetap tidak sedikit. Makanya rumah-rumah di sini dibangun terasnya menghadap ke laut ya," ujar Susi.


Susi juga menyempatkan diri untuk ngopi serta memakan kudapan dengan para nelayan yang ada di wilayah tersebut. Susi juga meminta supaya nelayan tersebut tetap meringkus ikan di laut sebab kondisi laut sekarang telah terus mudah memperoleh ikan. 

Keluhan nelayan, bahwa mereka tidak mempunyai alat tangkap jadi tidak dapat melaut serta memilih untuk menjadi pekerja pembangunan jalan di kampung mereka.


Susi pun meminta langsung Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Sjarief Widjaja untuk memberbagi bantuan berupa alat tangkap bubu lipat terhadap para nelayan itu. 

"Tapi aja didol. Nek didol sampeyan tidak tekak. (Tapi jangan dipasarkan. Kalau dipasarkan kalian saya cekik)," tukas Susi.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger