Home » , , , , , , , , , » Alur Kasus Tora Sudiro dari Ditangkap Polisi Hingga Masuk RSKO

Alur Kasus Tora Sudiro dari Ditangkap Polisi Hingga Masuk RSKO

Written By admin on Selasa, 08 Agustus 2017 | Agustus 08, 2017


harian365.com - Polisi dari Polres Metro Jakarta Selatan meringkus Tora Sudiro terkait kepemilikan Dumolid di rumahnya yang terletak di Tangerang Selatan pada Kamis, 3 Agustus lalu. Polisi juga mengamankan istri Tora, Mieke Amalia.

"Polres Jaksel yang menangkap," ucap Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta saat dikonfirmasi, Kamis (3/8/2017) lalu.

Dari rumahnya di Perumahan Bali View Tangerang Selatan, polisi menyita barang bukti berupa 30 butir Dumolid. Penangkapan Tora diperbuat polisi dari hasil pengembangan permasalahan 3 minggu sebelumnya. 

"Itu Dumolid 30 butir, sehingga 3 strip. Ini pengembangan dari kami nangkap 3 minggu yang lalu, pengembangan saja," kata Kasat Narkoba Polres Jaksel Kompol Vivick Tjangkung saat dikonfirmasi harianhot, Kamis (3/8).

Polisi kemudian langsung meperbuat tes urine terhadap Tora serta istrinya, Mieke. Hasilnya menunjukkan keduanya positif memakai obat keras.

"Tes urine benzo. Benzo memakai obat keras. Positif," sebut Vivick.

Seusai diketahui positif, polisi langsung meperbuat pemeriksaan intensif terhadap Tora serta Istrinya di Polres Jakarta Metro Selatan. "Iya (Mieke juga diamankan). Kami perbuat pemeriksaan, diperiksa," kata Vivick.

Esoknya Jumat (4/8), polisi menetapkan Tora Sudiro sebagai tersangka. Tora disangkakan dengan pidana Pasal 62 UU Psikotropika Nomor 5 Tahun 1997 terkait dengan kepemilikan Dumolid.

"Dengan barang bukti tersebut kami sesuai UU psikotropika tahun 1997 kami kenakan pasal 62 serta kami perbuat proses sebagaimana UU Psikoptripika. Dengan ancaman penjara 5 tahun," jelas Vivick saat jumpa pers di kantornya, Jumat (4/8).

Dalam pemeriksaan, Tora serta istrinya mengaku telah setahun mengonsumsi Dumolid. Terhadap polisi, Tora mengaku telah setahun mengonsumsi obat tersebut. Obat itu dikonsumsi saat kesusahan tidur. 

Sementara itu, Mieke tak dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Faktor ini sebab polisi menonton Mieke hanya adalah pemakai Dumolid.

"Dari barang bukti yang ditemukan TS (Tora Sudiro) adalah kepemilikannya. Sedangkan istrinya hanya memakai saja," ucapnya.

"Kali ini (Jumat) kami bakal pulangkan (Mieke) untuk kembali terhadap keluarganya pasti kami sarankan pengobatan. Sedangkan TS telah kami tandatangani surat perintah tandatangan untuk ditahan," tambahnya.

Seusai ditetapkan sebagai tersangka, Tora wajib membuktikan mempunyai resep dokter apabila ingin mengajukan rehabilitasi. Undang-undang psikotropika sendiri tak mengatur rehabilitasi untuk pemakainya.

"Untuk UU Psikotropika ini terbukti tak diatur diperbuat rehab. Kalaupun dari pihak Tora mengajukan rehab, itu wajib ada dari pihak medis dokter yang sempat menangani. Itu diatur dalam Pasal 37 (UU Psikotropika). Apabila ada pembuktian adanya barang bukti ini dapat dipertanggungjawabkan dengan cara medis, ada resep dokter, maka terbukti wajib diperbuat rehab," jelas Vivick.

Vivick berkata, pemakaian dumolid wajib ada resep dokter sebab tergolong dalam kategori psikotropika. Tora dijerat dalam permasalahan ini sebab tak mempunyai resep dokter.

"Sebab dirinya dipakai tanpa resep dokter, dirinya melanggar UU Psikotropika. Sebab dirinya kepemilikan barang bukti psikotropika serta tak dapat membuktikan," ujarnya.

Sabtu (5/8) Tora mendatangi kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, untuk menjalani proses assessment terkait permasalahan kepemilikan psikotropika Dumolid. Hasil assessment bakal menentukan soal rehabilitasi.

"Tora ke kantor BNN untuk menjalani assessment. Assessment ini untuk menentukan dirinya direhabilitasi alias tidak," kata Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko saat dikonfirmasi harianhot, Sabtu (5/8).

Senin (7/8) polisi menerima hasil assesment Tora dari BNN. Tora bakal menjalani pengobatan terkait dengan pemakaian psikotropika.

"Hasilnya kami baru terima, tapi kami semakin meperbuat koordinasi sebab dari hasil yang kami terima untuk diarahkan untuk meperbuat pengobatan," kata Vivick di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Senin (7/8/2017).


Menurut Vivick, proses pengobatan yang diarahkan BNN bakal diperbuat di RS Ketergantungan Obat (RSKO). Tora sebelumnya mengaku telah setahun mengonsumsi psikotropika tipe Dumolid.

"Pengobatan ini diarahkan ke RSKO serta kami bakal koordinasi lagi ke RSKO untuk kelanjutan proses ini," imbuh Vivick.

Tora Sudiro akhirnya resmi menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Cibubur, Jakarta Timur. Tora juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan di RSKO Cibubur hari Senin (7/8). Faktor itu dapat dijalani seusai keluarnya surat perintah pengalihan penanahan yang dikeluarkan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

"Suratnya itu surat perintah pengalihan penahanan berdasarkan hasil pemeriksaan Tora Sertaang Sudiro mengalihkan penahanan tersangka dari rumah tahanan Polres Jakarta Selatan ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta Timur, Jalan Lapangan Tembak No 75, Cibubur. Sejak tanggal 7 Agustus hingga mengikuti proses hukum pada tingkat penyidikan," ucap Pengacara Tora Sudiro, Lydia Wongsonegoro, saat ditemui di kawasan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2017) malam. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger