Home » , , , , , , , , , , » 8 Makanan yang Sering Jadi Perantara Bakteri Penyebab Keracunan

8 Makanan yang Sering Jadi Perantara Bakteri Penyebab Keracunan

Written By admin on Rabu, 09 Agustus 2017 | Agustus 09, 2017


harian365.com - Keracunan makanan bukan permasalahan yang dapat dianggap sepele. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengabarkan diperkirakan setiap tahunnya ada 600 juta permasalahan keracunan di dunia.

Menurut Autralian Institute of Food Safety keracunan makanan tidak selamanya berasal dari makanan asing tapi juga dapat dari makanan yang telah bersahabat di lingkungan kita. Ini dirinya daftarnya semacam yang dikutip harinhealth dari Food Safety, Rabu (9/8/2017).

1. Unggas
Sejumlah bakteri bahagia berkumpul di daging unggas mentah. Sebab itulah permasalahan keracunan sebab unggas terjadi dikarenakan proses masaknya yang tidak membunuh bakteri dengan cara menyeluruh. Tidak mencucinya sebelum di masak juga dapat menyebarkan bakteri.

2. Telur
Telur terbukti sehat serta dapat sehingga sumber protein yang baik. Tapi ketika mengonsumsinya dengan cara mentah alias tidak matang dengan cara menyeluruh, bakteri salmonella dapat menyerang tubuh serta menyebabkan keracunan. Butuh diketahui, salmonella tidak hanya ada di cangkang telur tetapi juga dapat masuk kedalamnya.


3. Sayuran hijau
Sayuran hijau butuh dimasak terlebih dahulu untuk menghindari bakteri semacam E.coli yang biasanya nasib tanah di mana sayuran tersebut tumbuh.

Sebelum dimasak pun sayuran wajib dicuci dengan air mengalir, tidak hanya untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri tetapi juga untuk menghapus sisa pestisida yang ada.

4. Susu
Terbukti segar rasanya mengonsumsi susu yang baru saja diperah, tapi risikonya juga tinggi. Meskipun susu salah satu pertolongan pertama saat keracunan makanan, tapi susu segar yang tidak dipanaskan dapat menjadi tempat bakteri salmonella, E.Coli, alias listeria.

Sebaiknya susu dipasteurisasi untuk membunuh bakteri yang ada serta terhindar dari kemungkinan keracunan makanan.

5. Keju
Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang biasanya mengontaminasi keju. Bahayanya, bakteri ini tahan kepada suhu tinggi. Jadi, tutorial paling baik untuk mencegah penyebaran bakteri, simpan keju di bawah suhu 5 derajat celsius serta pegang keju dalam keadaan tangan yang bersih (atau gunakan sarung tangan).

6. Tauge
tumbuh di area yang hangat serta basah menjadikan taoge sarang yang asik untuk pertumbuhan bakteri semacam salmonella serta E.coli. Apabila memakan taoge dalam keadaan mentah, sebaiknya olah dulu dengan panas supaya bakteri yang ada dapat mati terlebih dahulu.


7. Seafood
Makanan semacam kerang menjadi berbahaya sebab alga yang nasib di dalamnya memproduksi racun. Bahkan sejumlah permasalahan keracunan kerang juga telah lumayan dikenal dalam dunia medis semacam eurotoxic shellfish poisoning, amnestic shellfish poisoning serta paralytic shellfish poisoning.

Begitu juga bila ikan tidak disimpan dalam suhu yang cocok. Daging ikan yang membusuk dapat menghasilkan senyawa histamin yang dapat menyebabkan keracunan Scombroid.

8. Daging
Daging terlebih daging mentah sangat mudah untuk terjangkit bakteri semacam listeria. Sebab itu, menyimpan daging wajib semakin berada di bawah suhu 5 derajat celsius untuk mencegah perkembangan bakteri. Memasaknya juga wajib hingga sangatlah matang (well-done) untuk memastikan bakteri tersebut telah sangatlah mati.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger