Home » , , , , , , , , , , » 2 Mahasiswa RI Ditahan di Mesir karena Masuki Area Kelompok Radikal

2 Mahasiswa RI Ditahan di Mesir karena Masuki Area Kelompok Radikal

Written By admin on Sabtu, 12 Agustus 2017 | Agustus 12, 2017


harian365.com - Kedutaan Besar Indonesia untuk Mesir menyiapkan bantuan hukum untuk dua mahasiswa Al Azhar yang ditahan di Markas kepolisian kota Aga, Mesir. Dua mahasiswa tersebut yakni Muhammad Hadi serta Nurul Islami Elfis.

"KBRI Cairo juga sudah meperbuat kunjungan ke Kantor Kepolisian Aga supaya bisa dipertemukan dengan kedua mahasiswa Indonesia tersebut serta meminta keduanya bisa dibebaskan. Tetapi aparat Kepolisian Aga tak berkenan memberbagi keterangan alias info terkait kehadiran keduanya. Sehubungan dengan faktor ini, KBRI bakal menyiapkan pengacara untuk memberbagi perlindungan hukum terhadap kedua mahasiswa tersebut," ujar Dubes Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi dalam keterangannya, Jumat (11/8/2017).

Helmy Fauzi berkata, dua mahasiswa itu ditangkap sebab berada di daerah yang dilarang pemerintah Mesir. Daerah terlarang itu yakni Samanud yang terindikasi tersedia sejumlah madrasah serta kelompok radikal.

"Sebelum kejadian penangkapan ini, jauh hari KBRI Cairo sudah memberi tau imbauan terhadap para mahasiswa Indonesia di Mesir untuk senantiasa waspada terhadap gerakan alias perkumpulan yang bermengenaian dengan kebijakan Pemerintah Mesir," ujarnya.


Sebagai informasi, lanjut Helmy, Universitas Al Azhar sudah melarang mahasiswanya untuk berguru terhadap para syeikh yang tak berafiliasi dengan Al Azhar yang umumnya berada di luar kota Cairo. Mahasiswa Al Azhar juga dilarang bertempat tinggal serta berguru dengan ulama alias syeikh di Samanud.

"Sebab diindikasikan bahwa di wilayah itu tersedia sejumlah madrasah serta kelompok radikal yang berseberangan dengan Pemerintah Mesir," ujar Helmy.

Awalnya, menurut Helmy, dua mahasiswa tersebut sudah meninggalkan daerah Samanud sebab terancam ditangkap oleh aparat keamanan Mesir. Tetapi ada barang yang tertinggal di Samanud. 


"Ketika para mahasiswa Al Azhar yang sebelumnya bertempat tinggal di Samanud meninggalkan Samanud untuk pindah ke Cairo sebab kekhawatiran ditangkap aparat keamanan Mesir, KBRI Cairo sudah memperkenalkan bantuan untuk menolong mengambilkan barang-barang mahasiswa yang tertinggal di kota ini. Tetapi tawaran ini ditolak oleh para mahasiswa tersebut," ujar Helmy.

Meski begitu, Helmy menyebutkan sekarang KBRI Mesir sudah meperbuat diplomasi dengan Kemenlu Mesir. Tetapi KBRI Mesir belum menerima notifikasi resmi dari pihak terkait.

"Upaya perlindungan warga negara yang diperbuat KBRI Cairo sudah dilaksanakan sejak awal kejadian tersebut diketahui oleh KBRI Cairo. KBRI Cairo semakin berkomunikasi dengan Kemlu Mesir, National Security, Kementerian Dalam Negeri, serta aparat keamanan Mesir. Tetapi demikian, sampai sekarang KBRI Cairo belum menerima notifikasi resmi dari pihak-pihak terkait Mesir perihal penahanan dua mahasiswa Indonesia tersebut," kata Helmy.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger