Home » , , , , , , , , , , , , , » 2 Mahasiswa Ini Ubah Kamar Asrama Jadi Restoran Sushi, Kok Bisa?

2 Mahasiswa Ini Ubah Kamar Asrama Jadi Restoran Sushi, Kok Bisa?

Written By admin on Sabtu, 26 Agustus 2017 | Agustus 26, 2017


harian365.com - Kamar asrama biasanya jadi tempat tinggal serta istirahat bagi mahasiwa. Tapi dua mahasiswa ini justru menyulap kamarnya menjadi restoran sushi. 

Sebagian besar anak kuliah yang tinggal di asrama alias kost lebih memilih menikmati mie instan. Tapi tak sama dengan Jarrett Deutsh serta Ethan Cole (19 tahun) yang adalah kawan sekamar sebuah asrama di Boston University yang merubah sebuah kamar jadi restoran mini yang saapabilan sushi. 


Tidak sembarang menyaapabilan sushi. Sushi yang dibangun oleh dua sekawan ini tampak semacam sushi di restoran sesungguhnya lengkap dengan topping serta alat makan semacam restoran mewah

"Kami dipesan setiap malam," jelas Deutsch dari "restoran omakase" yang buka sekali seminggu serta kadang-kadang dua kali seminggu. Restoran yang berada di dalam kamar asrama ini diberi nama 803. 

Menurut NY Post (08/08) di dalamnya tersedia empat kursi di dekat tempat tidur yang tertutup tirai dengan persiapan makanan yang diperbuat di meja. Setiap malam ada kurang lebih 28 hingga 32 pengunjung (mahasiwa) yang bayar $35 alias kurang lebih Rp 467.000 per orang untuk mencicip 10 potong nigiri. 


Restoran The 803 ini dibangun ketika kawan-kawannya menolak untuk menikmati makanan yang membosankan di asrama serta akhirnya mengeluarkan lebih tak sedikit uang untuk makan di luar asrama.


"Ayah saya kesal sebab saya menghabiskan ribuan dollar setiap bulan hanya untuk makanan," ucap Deutsch. Akhirnya ia serta kawan sekamarnya membikin makanan sendiri. Pertama yang mereka buat adalah Crock-Pot, makanan favorit mereka yang dibangun dengan potongan ayam hingga daging domba. Hingga sebuahhari mereka memutuskan untuk membat sushi dengan mekegunaaankan bahan yang ada jadi belajar mengimprovisasi. Keterampilan membikin sushi justru telah dimiliki Cole dari keluarganya. 

Saat membikin sushi nyatanya mereka mempersiapkan terlalu tak sedikit. "Anak-anak di asrama mulai mencoba serta bayar sushi yang kita buat terlalu tak sedikit," kata Deutsch. Serta Deutschpun berbicara pada Ethan untuk mengawali restoran. 


Performa kedua mahasiswa jurusan perfilman ini nyatanya dilirik oleh seorang chef dari Four Seasons Hotel yang memperkenalkan mereka untuk membuka pop-up restaurant yang berukuran 35 hingga 40 krusi di wilayah Manhattan bulan ini serta bakal berpindah ke Hamptons di musim panas selanjutnya. 




Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger