Home » , , , , , , , , , , , , » Wah, Peneliti Temukan Jejak Mashed Potato dari 10.900 Tahun Lalu!

Wah, Peneliti Temukan Jejak Mashed Potato dari 10.900 Tahun Lalu!

Written By admin on Kamis, 06 Juli 2017 | Juli 06, 2017


harian365.com - Mashed potato yang kami nikmati kini nyatanya telah ada sejak zaman prasejarah. Peneliti temukan jejaknya dari 10.900 tahun lalu.

Independent UK (3/7) mengadukan peneliti temukan adanya peninggalan mashed potato alias kentang tumbuk pada zaman prasejarah di Escalante, Utah. "Butiran pati yang tertahan lamakan dengan baik ditemukan di lubang-lubang batu yang dipakai untuk menumbuk kentang," sebut peneliti.


Temuan ini sekaligus menunjukkan bukti tertua kultivasi tanaman di Amerika Utara. Area penemuan pati kentang ini dulunya dikenal warga Eropa dengan nama "Potato Valley" alias lembah kentang.

Semacam diketahui, kentang 'Four Corners' alias Solanum jamesii dikonsumsi berbagai suku orisinil Amerika semacam Apache, Navajo dan Hopi.

Adapun teknik penemuan pati kentang sama dengan yang dipakai peneliti untuk menemukan bahan makanan lain. Diantaranya oat di selatan Italia berumur 32.600 tahun lalu, barley 23.000 tahun lalu dan ubi dan kacang di China pada 19.500-23.000 tahun lalu.


Tentang tipe kentang yang tak sedikit dikonsumsi kini sebetulnya berasal dari satu spesies, Solanum tuberosum. Kentang kemudian dibudidayakan di Andes, Amerika Selatan lebih dari 7000 tahun lalu. Sejak itu, kentang kembali dibiakkan ke ribuan tipe tak sama.

Sementara kentang Four Corners merupakan salah satu contoh tanaman budidaya pertama di barat Amerika. Professor Lisbeth Louderback, arkeolog Natural History Museum of Utah berujar, "Kentang ini dapat sehingga sepenting yang kami makan sekarang. Bukan hanya dari sisi tanaman makanan masa lampau, namun sumber makanan potensial untuk masa depan."

Ia meningkatkankan, "Kentang telah menjadi faktor terlupakan dari sejarah Escalante. Tugas kami ialah menolong menemukan warisan ini."


S. jamesii termasuk bernutrisi tinggi dengan kandungan protein, zinc dan mangan 2 kali lipat lebih tak sedikit dari S. tubersom. Sementara kalsium dan zat besinya 3 kali lebih tak sedikit.

Temuan peneliti ini diperkuat dengan catatan Captain James Andrus pada Agustus tahun 1866. "Kami telah menemukan kentang liar yang ditanam di lembah dengan nama sama," tulisnya.


Di tahun yang sama, tentara John Adams mencatat, "Kami mengumpulkan berbagai kentang liar yang kami masak dan makan. Desain kentang ini sama semacam kentang budidaya tapi lebih kecil."




Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger