Home » , , , , , , , , , , » Tewas Saat Minum Kopi: Pembunuhan Mirna dan Kasus Firman Pasuruan

Tewas Saat Minum Kopi: Pembunuhan Mirna dan Kasus Firman Pasuruan

Written By admin on Kamis, 13 Juli 2017 | Juli 13, 2017


harian365.com - Publik dikejutkan dengan momen tewasnya remaja bernama Firman Hidayat (16) saat menikmati minuman kopi yang dicampur es. Faktor tersebut seakan mengingatkan kembali pada permasalahan pembunuhan Wayan Mirna Salihin.

Firman yang adalah siswa kelas 1 di salah satu SMK swasta di Kota Pasuruan, Jawa Timur, jatuh dari kursi saat menikmati es cappuccino pada Rabu (12/7) kemarin. Seusai ambruk, Firman diketahui meninggal dunia.

Yang menjadi perhatian adalah gejala kejang-kejang yang dialami Firman sebelum meninggal dunia. Gejala tersebut sama dengan yang dialami oleh Mirna sesaat seusai meminum es kopi Vietnam yang telah dicampur dengan sianida.

Momen saat Firman mengalami kejang-kejang diungkapkan oleh rekannya Eki Firman Maulana (15) yang juga ikut memesan es kopi tersebut. Menurutnya, sebelum jatuh serta meninggal tidak ada gejala aneh pada korban.

"Tadi (korban) datang ke sini duluan, langsung pesan minuman. Saat saya datang minumannya telah mau habis. Saya lalu pesan minuman juga. Tidak lama kemudian, dirinya jatuh serta meninggal," kata Eki Firman Maulana.

"Sempat kejang-kejang," sambungnya.

Mirip dengan permasalahan pembunuhan Mirna, Mirna juga awalnya bersama dengan kawannya Hani serta Jessica, berjumpa di Kafe Olivier Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu, 6 Januari 2016 lalu. Seusai menyeruput es kopi Vietnam pesanannya, Mirna tiba-tiba kejang-kejang hingga akhirnya meninggal dunia.

Polisi dari Polres Pasuruan Jawa Timur telah meperbuat visum untuk mengenal penyebab kematian Firman. "Jenazah korban kita bawa ke kamar mayat RSUD dr Soedarsono untuk divisum," kata Kanit Pidana Umum Polres Pasuruan Kota, Ipda Hajir Sujalmo di lokasi, Rabu (12/7/).

Tetapi, pihak keluarga menolak autpilihan untuk mengenal lebih lanjut penyebab kematian itu. Keluarga Firman juga akhir-akhir telah mengikhlaskan kepergiannya.

"Keluarganya menolak autpilihan. Kakaknya yang mewakili keluarga sebab kedua orang tua korban sedang sakit," jelas Ipda Hajir.

Momen kematian Firman tersebut semacamnya tidak bakal terkuak. Sebab pihak keluarga Firman meminta polisi untuk menghentikan permasalahan tersebut.

"Atas permintaan keluarga penyelidikan dihentikan. Keluarga diwakili kakaknya telah tanda-tangan surat pernyataan, menerima kejadian ini sebagai musibah. Keluarganya berbicara semuanya telah atas kehendak Allah," tutur Ipda Hajir.


Kembali ke permasalahan Mirna, polisi lalu mengusut permasalahan kematiannya dengan mengecek sejumlah saksi, dari pegawai kafe, Jessica, Hani, orang tua Mirna, suami Mirna, saudara kembar Mirna, hingga berbagai saksi pakar sejak 7 Januari hingga 28 Januari. Polisi juga meperbuat autpilihan jasad Mirna serta uji laboratorium untuk mencari tahu penyebab kematian Mirna. Polisi mendapati zat korosif di lambung Mirna. Zat itu adalah racun sianida, yang menjadi penyebab tewasnya Mirna.

Akhirnya berdasarkan alat bukti yang cukup, Jessica Wongso ditetapkan oleh polisi sebagai tersangka pada Jumat, 29 Januari 2016. Surat penangkapan atas Jessica dikeluarkan. Polisi mencari Jessica untuk proses penyidikan.

Sidang perdana Jessica Wongso digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta, pada Rabu, 15 Juni 2016. Terbaru, permohononan kasasi dari Jessica Wongso ditolak Mahkamah Agung. Jessica masih divonis hukuman 20 tahun penjara sebab meperbuat pembunuhan berencana atas Wayan Mirna Salihin. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger