Home » , , , , , , , , , , , , » Telur Mentah Lebih Bergizi dari Telur Matang, Apa Benar?

Telur Mentah Lebih Bergizi dari Telur Matang, Apa Benar?

Written By admin on Sabtu, 08 Juli 2017 | Juli 08, 2017


harian365.com - Biasanya telur digoreng, direbus alias dicampurkan dalam masakan serta kue. Namun bagaimana dengan telur mentah yang langsung dimakan? 

Konsumsi telur mentah untuk argumen kesehatan, semacam campuran jamu ataupun susu, telah menjadi kebiasaan sejumlah orang. Telur mentah apabila dicampur dengan makanan alias minuman tertentu dipercaya lumayan higenis serta aman. 


Sampai saat ini, persengketaan mengenai konsumsi telur mentah tetap terjadi. Berbagai pakar berbicara apabila risiko seseorang mengkonsumsi telur mentah sangat kecil. Tapi, ada juga yang berpendapat bahwa di dalam telur mentah tersedia bakteri yang bisa menyebabkan keracunan serta sakit. 

Dikutip dari rodalesorganiclife (28/6) Alissa Rumsey, MS, RD, penulis Three Steps to the Healthier You berkata, apabila dilihat dari kandungan nutrisi, terbukti benar proses memasak bisa menghancurkan sejumlah kecil vitamin serta mineral yang ada pada telur. Telur mentah sedikit lebih tinggi vitamin B (semacam vitamin B6 serta folat), vitamin E, kolin, antioksidan lutein serta zeaxanthin. 


Tapi bedanya sangat kecil. Sebagai contoh, apabila konsumsi telur mentah, bakal memperoleh asupan 0,85 mikrogram vitamin B6 serta 146,9 miligram kolin. Dibandingkan dengan telur matang, tersedia 0,072 mikrogram B6 serta 117 miligram kolin. 

Apabila dilihat dari kandungan nutrisi, pasti saja kandungan nutrisi pada telur matang lebih tak sedikit. Tubuh hanya sanggup menyerap 50% protein dari telur mentah serta 91% protein dari telur matang. Ini berdasarkan salah satu studi Journal of Nutrition.

"Panas merubah struktur molekuk protein telur jadi lebih mudah dicerna. Itu berarti, telur mentah hanya mengandung 3 gram protein dibandingkan dengan telur matang yang mengandung 6 gram protein yang bisa dicerna", jelas Rumsey 


Tapi faktor tersebut bukanlah satu-satunya argumen kenapa telur matang menjadi opsi yang lebih baik dari telur mentah. Telur mentah mengandung Salmonella, salah satu tipe bakteri yang tak sedikit menyebabkan permasalahan keracunan makanan. Salmonella tak jarang menyerang anak-anak, wanita hamil serta orang-orang yang sistem kekebalan tubuh rendah. 


Selain bakteri Salmonella, dalam telur mentah juga tersedia zat avidin. Zat ini sanggup mengikat biotin jadi makanan tak bisa dicerna, dampaknya membikin kadar biotin serta hemoglobin dalam urin menurun. 

Untuk argumen kesehatan serta nutrisi, ada baiknya pertimbangkan kembali konsumsi telur mentah. Apalagi apabila terlalu tak jarang.




Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger