Home » , , , , , » Tahun Ajaran Baru, KPAI: Jangan Ada Bullying di Masa Orientasi

Tahun Ajaran Baru, KPAI: Jangan Ada Bullying di Masa Orientasi

Written By admin on Selasa, 11 Juli 2017 | Juli 11, 2017


harian365.com - Sekolah memasuki tahun aliran baru. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah dan orang tua murid mewujudkan pendidikan yang ramah bagi anak.

Ketua KPAI Asrorun Ni'am meminta supaya anak-anak memperoleh kepastian untuk memperoleh hak pendidikan. Pemerintah daerah juga diminta mewujudkan hak dasar anak-anak sekolah.

"Orang tua yang mempunyai anak usia sekolah harus menjamin dan memastikan anak-anaknya memperoleh hak pendidikan. Anak usia 7 hingga 18 tahun merupakan usia harus belajar. Pemerintah daerah harus menjamin anak dalam rentang usia tersebut memperoleh hak dasarnya," kata Asrorun lewat maklumat KPAI untuk persiapan tahun aliran 2017/2018, Selasa (11/7/2017).

Menurutnya, apabila anak-anak tak bersekolah, masyarakat harus proaktif memberi tau ke dinas pendidikan (disdik). Disdik juga harus mengambil langkah-langkah untuk memastikan anak sekolah memperoleh haknya.

"Tak ada argumen anak usia sekolah tak memperoleh haknya," ujarnya.

Asrorun berbicara orang tua juga harus memberbagi bimbingan terhadap anak untuk memilih sekolah yang baik dan sesuai bagi anak. Dirinya menyatakan berbagai tip yang mesti diperhatikan orang tua.

"Pastikan guru, kurikulum pembelajaran, dan buku ajarnya sesuai dengan prinsip dasar bernegara, yaitu tak mengajarkan radikalisme, komunisme, dan liberalisme. Pastikan fasilitas penunjang bagi pemenuhan hak anak terpenuhi, yaitu hak untuk beribadah sesuai agama anak, hak bermain dan berolahraga, hak untuk kesehatan, jajanan sehat, dan pola interaksi antarkomponen masyarakat," ungkap Asrorun.

Orang tua pun diminta memastikan lingkungan sekolah yang ramah anak dan kondusif bagi tumbuh-kembang anak, semacam tak adanya bullying, tak permisif terhadap seks bebas, dan tak mengajarkan kebencian. Lingkungan sekolah juga harus memberbagi teladan yang baik bagi anak dan jauh dari hal-hal yang bermengenaian dengan falsafah Pancasila.

"Jangan terlena dengan memilih sekolah hanya sebab desain fisiknya semata," ujar dia.

Asrorun memberbagi perhatian khusus terhadap siswa SD dan SMP. Dirinya berharap orang tua bisa mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah. Juga membangun emosi supaya anak merasa terlindungi.


Selain itu, orang tua harus membangun komunikasi dengan lingkungan sekolah, semacam guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik di sekolah. Orang tua juga harus mengetahuii lingkungan kawan baru anak, tergolong orang tua mereka.

"Ikut berperan dalam proses pendidikan anak melewati Komite Sekolah. Dan bangun komunikasi yang erat antara lingkungan keluarga sekolah dan masyarakat," tuturnya.

Asrorun juga menyoroti pelaksanaan masa orientasi peserta didik baru. Dirinya meminta masa orientasi dioptimalkan untuk pengenalan lingkungan sekolah, guru, dan kawan-kawan sekolah. Pengumuman dan kesepakatan mengenai aturan tata tertib sekolah, pengenalan model pembelajaran, dan sumber belajar dan pekegunaaanannya.

"Pastikan di masa orientasi tak ada bullying, kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. Dan kegiatan orientasi harus berada dalam tanggung jawab sekolah," tutupnya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger