Home » , , , , , , , , , , , , , » Suvenir Kotak Musik Khas Jepang, Begini Cara Membuatnya

Suvenir Kotak Musik Khas Jepang, Begini Cara Membuatnya

Written By admin on Selasa, 25 Juli 2017 | Juli 25, 2017


harian365.com - Kalau traveling ke Kota Otaru di Jepang, jangan lupa mengangkat pulang suvenir kotak musik yang khas. Traveler juga bisa mengintip proses pembuatannya lho.

Bunyi bel bersenandung Kokoro No Tomo mengalun pelan dari kotak bercat putih yang bergerak memutar searah jarum jam. Melodi lagu tersebut tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Seorang pagawai pria suatu  toko di Kota Otaru, Hokkaido, Jepang, mengundang wisatawan masuk ke area belanja properti kotak musik.

Kota Otaru terkenal sebagai gudangnya music box di negeri Sakura. Semula nama benda itu Orugeru, saat ini disebut menjadi Orgel. Di wilayah ini berdiri Otaru Music Box Museum yang dibuat pada tahun 1912. Lokasinya di kawasan Sakaimachi.

Sebelum melipir belanja aneka suvenir di museum tersebut, salah toko di awal tulisan ini bisa menjadi rekomendasi wisatawan yang tengah menikmati liburan di Otaru. Toko berjarak kurang lebih 30 meter dari museum itu menyuguhkan praktik menghias kotak musik dengan aneka pernak pernik.


Wisatawan atau pengunjung bisa langsung meracik tampilan tampilan kotak musik sesuai opsi properti yang terdapat di toko itu. Seru! 

Pengelola menyiapkan boneka atau replika mungil yang karakternya beragam saat rombongan media trip asal Indonesia yang digelar Jepang National Tourism Organiation (JNTO) di tokonya, Rabu (19/7/2017) pekan lalu.

Ada kura-kura, beruang, katak serta buah-buahan. Alat disiapkan yaitu lem, tusuk gigi untuk menempelkan properti, butiran warna-warni serta sendok. 

"Silakan tepatan penepatan benda-benda itu sebelum dilem. Kalau telah sesuai keinginan, baru diberi lem," kata Sasayama Michiko, pemandu tur.


Perlu 10 menit menghias kotak musik yang terpasang bel bernada lagu Kokoro No Tomo. Kotak musik tipe semacam itulah yang dipasarkan di museum.

Michiko menyebut, Otaru Music Box Museum yang mempunyai tiga lantai ini memperkenalkan aneka cendera mata kotak musik berbahan keramik serta kaca. Di dalam museum tersimpan barang kuno semacam jam.

"Di museum ini ada 1.500 tipe music box dengan 10 ribu lebih barang. Harganya bervariasi," ujar Michiko.


Tiap harinya di museum tersebut ramai pembeli. Untuk masuk ke dalam museum, tidak dipungut tiket apapun atau gratis. Museum ini beroperasi pukul 09.00-18.00 waktu setempat.

Menghuni bangunan tua bergaya eropa, Otaru Music Box Museum menjadi salah satu destinasi wisata di Otaru. Tepat di depan museum tesebut berdiri tegak menara jam jumbo yang diburu wisatawan untuk latar belakang gambar.






Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger