Home » , , , , , , , , , » Studi: Makin Tinggi IQ, Makin Panjang Umurnya

Studi: Makin Tinggi IQ, Makin Panjang Umurnya

Written By admin on Selasa, 04 Juli 2017 | Juli 04, 2017


harian365.com - Panjang tidaknya umur seseorang ditentukan oleh gaya nasib serta pola makannya. Tetapi suatu  penelitian menyebut, IQ juga ikut mempengaruhi kecenderungan ini.

Penelitian yang diperbuat University of Edinburgh, Oxford serta University College London selagi puluhan tahun menyatakan mengenai faktor ini. Studi ini sendiri melibatkan 65.000 partisipan yang diamati sejak lahir sampai menginjak usia 79 tahun.

Tes IQ diperbuat pada saat partisipan menginjak usia 11 tahun, serta seusai tercatat, peneliti meperbuat pengawasan kepada kondisi kesehatan partisipan sampai 68 tahun ke depan, alias berhenti pada bulan Desember 2015.

Seusai mempertimbangkan faktor semacam usia, tipe kelamin serta status sosioekonomi, partisipan yang mempunyai IQ tinggi di usia 11 tahun dilaporkan berkesempatan lebih kecil untuk meninggal sebab penyakit kronis, semacam penyakit jantung, stroke, penyakit pernapasan serta kanker tertentu.

Begitu pula dengan risiko jatuh, penyakit pada saluran cerna serta demensia.


Secara umum, peneliti mencatat untuk tiap IQ ekstra setidak sedikit 15 poin dikaitkan dengan penurunan risiko dampak penyakit pernapasan setidak sedikit 28 persen; penyakit jantung koroner setidak sedikit 25 persen serta stroke sebesar 24 persen.

Ini berarti mereka yang mempunyai IQ setidak sedikit 115 poin berkesempatan 28 persen lebih besar untuk terhindar dari risiko kematian dampak penyakit pernapasan di usia 76 tahun dibandingkan mereka yang ber-IQ 100 (IQ rata-rata dalam populasi).


Tambahan IQ setidak sedikit 15 poin juga berarti penurunan risiko kematian dampak kanker kandung kemih (19 persen); kanker paru-paru (25 persen) serta kanker usus (11 persen).

Tetapi peneliti tak bisa membahas dengan tentu bagaimana tingkat kecerdasan seseorang berkaitan dengan kesempatan panjang umurnya. 

Peneliti menduga, mereka yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata cenderung lebih bisa mengurus dia sendiri, khususnya kesehatannya. Semisal mereka enggan merokok, lebih rajin berolahraga alias lebih memilih gaya nasib sehat.

"Ini berarti apabila kami bisa mengenal kebiasaan sehat seseorang yang pintar serta menirunya, ada kemungkinan kami juga punya kesempatan untuk nasib sehat serta panjang umur," kata peneliti Prof Ian Deary semacam dilaporkan The Telegraph.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger