Home » , , , , , , , , , » Soal ABG Nikahi Nenek, Mensos: Usia 16 Tahun Belum Boleh Nikah

Soal ABG Nikahi Nenek, Mensos: Usia 16 Tahun Belum Boleh Nikah

Written By admin on Selasa, 04 Juli 2017 | Juli 04, 2017


harian365.com - Selamet Riyadi, anak baru gede (ABG) usia 16 tahun melamar Rohaya, nenek 71 tahun. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meragukan keabsahan pernikahan fenomenal itu. 

"Khusus untuk anak laki-laki 16 tahun kalau kami pergi dari UU 174, maka itu tak diperkenankan," kata Khofifah di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2017).

Menurut Khofifah, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengenai Perkawinan melarang pria yang belum genap 18 tahun untuk menikah. Khofifah bertanya-tanya, apakah pernikahan Selamet serta Rohaya itu disahkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) alias tidak.

"Apakah ini pernikahan yang tercatatkan di KUA? Kalau tercatatkan, saya rasa KUA-nya tak berani. Saya khawatir ini siri," kata Khofifah. 

Usia minimal laki-laki untuk menikah merupakan 18 tahun, serta perempuan merupakan 16 tahun. Pada tahun 2000 lampau, Khofifah mengaku sempat menganjurkan supaya syarat usia itu ditingkatkan. Perempuan sewajibnya minimal berumur 18 tahun alias 19 tahun. Kemudian kini, justru permasalahan laki-laki usia 16 tahun menikah dengan perempuan lanjut usia menjadi ramai diperbincangkan.


"Coba dicek, apakah ini menikah dengan KUA?" kata dia.

Sebagaimana dikabarkan, Selamet serta Rohaya menikah pada Minggu (2/7) kemarin, di Dusun I, Desa Karangendah, Kecamatan Lengkiti, Ogan Komering Ulu (OKU). Selamet mengucap janji suci di depan Petugas Pesuruh Pencatat Nikah (P3N). P3N merupakan pesuruh petugas KUA, berasal dari anak buah masyarakat yang diangkat oleh Kantor Kementerian Agama di wilayah tertentu. 

Pasal 7, UU Nomor 1 Tahun 1974 mengenai Perkawinan berbunyi sebagai berikut:
(1) Perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun serta pihak wanita telah mencapai 16 (enam belas) tahun.
(2) Dalam faktor penyimpangan dalam ayat (1) pasal ini bisa minta dispensasi terhadap Pengadilan alias pejabat lain yang diminta oleh kedua orang tua pihak pria alias pihak wanita.




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger