Home » , , , , , , , , , , , , , , » Sewa Sepeda di China Saja Sudah Pakai Aplikasi, Indonesia Kapan?

Sewa Sepeda di China Saja Sudah Pakai Aplikasi, Indonesia Kapan?

Written By admin on Senin, 24 Juli 2017 | Juli 24, 2017


harian365.com - Chengdu dikenal sebagai kota yang industri IT-nya berkembang sangat pesat di China. Di sini, kamu dapat coba keliling naik sepeda sewaan yang berbasis software.

Chengdu terbukti tetap kalah gemerlap apabila dibandingkan dengan Beijing ataupun Shanghai. Tetapi soal kecanggihan teknologi, Chengdu dapat diadu dengan kota-kota besar lainnya di China.

Di bunda kota Provinsi Sichuan ini, berdiri tak sedikit perusahaan teknologi yang berkembang pesat, serta itu pun merubah gaya nasib warga Kota Chengdu. Salah satu contoh ternyata merupakan soal transportasi massal.

Di Chengdu, traveler jangan kaget kalau menonton ratusan sepeda terparkir di pinggiran jalan. Inilah layanan sewa sepeda berbasis software yang dapat traveler coba dengan harga yang sangat terjangkau.


Atas undangan maskapai Garuda Indonesia yang membuka rute baru ke Chengdu, hariantravel diajak menjelajahi isi kota yang populer dengan Panda-nya ini. Awalnya hariantravel heran dengan tak sedikitnya sepeda yang terparkir di sana, mirip stasiun alias terminal.

Jack Zheng, pemandu yang menemani rombongan hariantravel pun membahas bahwa ratusan sepeda itu merupakan milik perusahaan teknologi yang menyewakan sepedanya berbasis software.

"Itu sepeda dapat disewa oleh siapa saja. Lewat software device, kamu dapat menyewa sepeda itu. Harganya sangat terjangkau, hanya 1 Yuan per jamnya. Ada 3 warna, kuning, biru serta merah. Ketiga warna itu milik perusahaan start up persewaan sepeda yang tak sama," jelas Jack, Jumat (14/7/2017) pekan lalu.


Lantas, bagaimana tutorial kerjanya Jack? Menurut penjelasan Jack, di sepeda tersebut dibekali dengan barcode bergembok. Untuk dapat memakai sepeda, kami wajib memindai barcode tersebut lewat software. Seusai dipindai, barulah gembok dapat terbuka serta sepeda dapat dipakai.

Semakin, tutorial bayarnya gimana? Menurut Jack, software tersebut otomatis bakal memotong saldo yang ada di dalam akun kita, sesuai dengan lama waktu penggunaan. Ongkosnya, 1 Yuan per jam (kurang lebih Rp 2.000) saja.

Uniknya merupakan, traveler dapat mengembalikan sepeda sewaan ini di mana saja. Tak wajib di stasiun/terminal pengumpulan sepeda. Asal, jangan lupa untuk mengunci kembali sepeda yang telah kamu sewa, sebab kalau hingga lupa, akibatnya dapat fatal.

"Seusai dipakai, kamu wajib mengunci lagi sepeda yang telah kamu sewa. Sebab kalau tidak, software itu bakal semakin memotong saldo Kamu hingga sepeda terkunci lagi. Kalau tak terkunci, orang lain dapat memakainya kemana saja, tetapi kamu yang wajib membayar. Berbahaya sekali," ungkap Jack.


Jadi jangan heran kalau traveler menonton ada tak sedikit sepeda yang terparkir di sepanjang trotoar jalanan Kota Chengdu. Sepeda-sepeda ini bukannya tak bertuan, melainkan sepeda sewaan.

Rasa penasaran saya pun muncul. Apakah ada yang sempat mencuri sepeda ini? Kata Jack, jangan sempat sekali-sekali mencoba mencuri sepeda-sepeda sewaan ini. Sepeda ini dibekali oleh chip yang dapat dilacak kemanapun sepeda ini dibawa pergi.

"Jadi di dalam software, nantinya bakal timbul titik-titik yang menunjukkan dimana sepeda-sepeda ini berada. Mirip tag lokasi pada GPS, serta dapat dilacak oleh pihak perusahaan. Saya sarankan jangan macam-macam, kalau tak mau berhubungan dengan polisi China," kata Jack setengah bercanda.


Usaha persewaan sepeda berbasis software ini pun sedikit tak sedikit berakibat pada gaya nasib warga Chengdu. Mereka saat ini tak sedikit yang memakai jasa sewa sepeda ini. Lagian harganya sangat terjangkau, lebih terjangkau bila dibandingkan dengan naik kendaraan pribadi, alias kendaraan umum sekalipun.

Pastinya ini sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Chengdu yang ingin warganya lebih tak sedikit memakai transportasi publik, dibandingkan dengan memakai kendaraan pribadi. Revolusi terbukti butuh diperbuat untuk perubahan yang lebih baik.


Pertanyaannya sekarang: Apakah Indonesia dapat mencontoh China soal persoalan transportasi publik ini?





Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger