Risiko Hipotiroid Usai Operasi Benjolan di Leher

Written By admin on Selasa, 25 Juli 2017 | Juli 25, 2017


harian365.com - Benjolan pada leher biasanya disebabkan oleh kelenjar tiroid alias kelenjar getah bening di leher. Tetapi pada pasien dengan gangguan tiroid, benjolan di kelenjar getah bening pun dapat jadi tanda kanker tiroid.

Salah satu upaya untuk menghapus benjolan tersebut merupakan dengan perbuatan operasi. Tetapi seusai operasi, ketidak sedikitan pasien yang mengalami ketidak lebihan hormon tiroid jadi berisiko hipotiroid.

"Tergantung tipe operasinya, ada yang diangkat sebagian kelenjarnya, ada yang diangkat total seluruh kelenjar tiroidnya. Pastinya yang diangkat total seluruh kelenjar tiroidnya bakal berisiko hipotiroid alias tak lebih hormon tiroid," dr Indra Wijaya, SpPD, MKes dari RS Cipto Mangunkusumo, terhadap harianhealth.

Nah, menurut dr Indra, ketika seseorang betul-betul kehilangan kelenjar tiroid, orang tersebut wajib diberbagi terapi obat hormon tiroid seumur nasib yang dosisnya disesuaikan dengan keperluan tubuhnya. Karena apabila tak demikian, maka timbul gejala hipotiroid.


"Dapat timbul gejala hipotiroid dari ringan hingga berat semacam lemas, kelelahan, denyut jantung lambat, berat badan meningkat, tak tahan suhu dingin, nyeri otot, kulit kasar," ucap dr Indra.

"Wajah sembab alias bengkak, sembelit, susah konsentrasi, gangguan psikis, penurunan libido, menstruasi, serta kelenjar tiroid membesar (gondok)," terangnya lagi.

Selain itu, dr Indra meningkatkankan, ada juga kemungkinan timbul komplikasi semacam Goiter (gondok), gangguan jantung, infertilitas, gangguan psikis serta mental, myxedema (sampai koma).




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger