Home » , , , , , , » Rekaman Telepon Patrialis Dibuka, Muncul Istilah Grosiran-Eceran

Rekaman Telepon Patrialis Dibuka, Muncul Istilah Grosiran-Eceran

Written By admin on Senin, 03 Juli 2017 | Juli 03, 2017


harian365.com - Timbul istilah grosiran serta eceran saat jaksa memperdengarkan perbincangan telepon Patrialis Akbar serta rekannya yang juga menjadi terdakwa perantara suap, Kamaludin. Patrialis mengaku tidak tahu menahu soal istilah tersebut. 

"Nggak paham saya, Pak Kamal yang memberi tau," kata Patrialis saat bersaksi untuk terdakwa Basuki serta Ng Fenny di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/7/2017). 

Patrialis pernah mengucapkan kata grosiran juga, tetapi saat dikonfirmasi jaksa, Patrialis menyebut mungkin saja ada faktor terlewat. 

"Berarti ada yang putus. Artinya yang mengucapkan kalimat grosiran pertama itu adalah Pak Kamal. Semakin saya reflek itu bukan grosiran," ucap Patrialis. 

Begitu pun dengan munculnya istilah eceran, Patrialis mengaku tidak tahu maksudnya apa. Jaksa lantas bertanya tentang perbincangan lain dengan Kamal yang di antaranya ada istilah 'adinda'. 

"Adinda itu maksudnya siapa?" tanya jaksa. 

"Surya," jawab Patrialis. 

Dalam surat dakwaan Basuki serta Fenny, Surya disebut adalah saudara Patrialis. Patrialis menyebutkan terhadap Kamaludin supaya Basuki memakai jasa Surya untuk mempengaruhi hakim yang belum menyebutkan sikap. 

"Maksud saksi supaya Kamaludin mempergunakan juga jasa Surya ini untuk hubungi Suhartoyo?" tanya jaksa. 

"Betul," jawab Patrialis. 

Berikut sebagian perbincangan Kamaludin serta Patrialis yang diputar jaksa di pengadilan: 


K: Kamaludin, P: Patrialis

K: Hallo
P: Teman itu oke?
K: Nggak, okenya yang mana nih kan ada dua (tertawa)
K: Ya Allah yang dekat rumahnya itu
K: He-eh oh nggak, nggak, dirinya nggak mau katanya
P: Ndak mau?
K: He-eh, dirinya tahu katanya
P: Oh hah?
K: Nggak mau kalau itu katanya
P: Yang itu yang grosiran itu kan?
K: Iya dirinya bilang gawat itu katanya (tertawa)
P: Iya iya
K: Benar (tertawa) iya
P: Iya terbukti 
P: Iya dirinya jangan jangan deh jangan bos jangan deh katanya (tertawa)
P: Itu kan pedagang grosiran
K: Betul betul pedagang ini. Pedagang enggak bukan partai kecil tentu ininya apa? bukan partai kecil. eee sendal jepit enggak mau dia.
P: Nggak ada eceran enggak ada
K: Nggak ada eceran grosir (tertawa)
P: Ah semakin antum udah temui adinda itu?
K: Oh belum. Kelak jangan ana ada lagi ini temennya juga temennya dia, ana utus dirinya aja sehingga seakan-akan nggak ada hubungan ama ana. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger