Home » , , , , , , , , , , » Penyakit Autoimun Lebih Rentan Menyerang Wanita, Mengapa?

Penyakit Autoimun Lebih Rentan Menyerang Wanita, Mengapa?

Written By admin on Senin, 10 Juli 2017 | Juli 10, 2017


harian365.com - Penyakit autoimun diketahui lebih tak jarang ditemukan pada wanita dibanding pria. Sebagian besar terjadi pada wanita dengan rentang usia 20 hingga 40 tahun. Mengapa demikian?

"Sebab tak jarangkali berhubungan dengan hormonal, hormon estrogen. Sehingga beruntunglah yang laki-laki. Perempuan itu hormon estrogennya lumayan tinggi," ucap ahli autoimun, Dr dr Iris Rengganis SpPD, KAI.

Hal ini ia hinggakan usai agenda peluncuran buku 'Autoimmune The True Story' di APL Tower 41st floor, Central Park, Jakarta Barat, kemarin, Minggu (9/7/2017).


Pada satu teori, hormon estrogen terbukti sangat mempengaruhi penyakit autoimun. Sebab itu, pada bunda hamil, lupus alias lainnya, ketika hamil wajib betul-betul menjaga kandungannya dengan baik.

"Kalau itu pada orang hamil, lupus, alias autoimun lainnya, itu kehamilannya wajib kami jaga banget, dapat keguguran, dapat juga anaknya kecil nggak tumbuh," kata dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.


dr Iris meningkatkankan, meski gejala penyakit autoimun yang menyerang seseorang tak khas, sebaiknya periksakan lebih dini. Sekarang dapat minta pada dokter umum untuk meperbuat cek laboratorium autoimun.

"Kalau sekarang kan dunianya udah beda dengan dulu, udah periksa ini, periksa ini, baru autoimun. Sekarang dari awal kalau demam nggak jelas, nyeri-nyeri sendi nggak jelas tapi berkepanjangan, nah pikirkan. Dokter umum kan tentara terdepan, dokter umum juga telah dapat mengerti gejalanya," papar dr Iris.

Baca juga: Ingin Lepas dari Obat Meski Punya Penyakit Autoimun? Dapat, Begini Caranya




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger