Home » , , , , , , , , , » Penampakan Lembaran Nota Order Fiktif Go-Food yang 'Teror' Julianto

Penampakan Lembaran Nota Order Fiktif Go-Food yang 'Teror' Julianto

Written By admin on Sabtu, 08 Juli 2017 | Juli 08, 2017


harian365.com - Julianto Sudrajat menjadi korban serbuan order fiktif Go-Food yang diperbuat seorang wanita diduga berinisial A. Serbuan driver ojek online yang mendampingi makanan itu selain dialamatkan ke Bank Sertaamon, tempat kerja Julianto, tapi juga ke alamat rumahnya.

Pesanan makanan itu mulai berdatangan pada Senin (3/7). Saat itu pertama kalinya, para driver Go-Food mendatangi kantor Julianto untuk mendampingi pesanan yang diketahui adalah order fiktif. 

"Kalau hari pertamanya sih mas Julianto tetap membayar sendiri. Untuk hari kedua, kami kolekan patungan membayar kan kasihan juga itu pesenan kan ditalangin dulu sama drivernya," ucap salah satu kawan sekantor Julianto saat ditemui di kantor Sertaamon Matraman, Jumat (7/7/2017).

Saat ditemui di kediamannya di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (7/7) malam, Julianto pun menunjukkan nota-nota makanan yang dibayarnya. Dua di antara nota itu dipesan dari restoran Sate Khas Senayan serta BANG!Martabak yang beralamat di kawasan Salemba.

Pesanan di Restoran Sate Khas Senayan serta BANG!Martabak Salemba itu dipesan pada Selasa (4/7). Menu makanan yang dipesan di BANG!Martabak adalah dua buah Classic Telor Kepiting dengan total pembayaran seharga Rp 200.000. Sementara, menu makanan yang dipesan di Sate Khas Senayan adalah dua jus durian serta dua sate ayam bumbu Blora dengan total Rp 226.600.



Ada juga pesanan empat nasi langgi ayam box yang juga dipesan pada Selasa (4/7). Pesanan itu bertuliskan Bunda Julianto yang dipesan kurang lebih pukul 13.8 WIB.

Selain itu, ada juga pesanan makanan di restoran Jepang di Ruko Tebet. Menu yang dipesan empat set yakiniku serta empat upgrade beef yakiniku seharga total Rp 191.000.

Kemudian ada juga nota dengan pesanan empat soto daging, empat teh manis serta empat emping. Hanya saja untuk pesanan ini tidak diketahui restoran serta pada tanggal berapa dipesan.


Julianto berbicara teror pesanan itu kembali berdatangan pada Selasa (4/7) hingga Rabu (5/7). Tagihan selain datang ke rumahnya tapi juga ke kantornya di Bank Sertaamon Matraman. 

Dia serta kawan-kawannya telah menolak berbagai kali pesanan Go-Food yang diantar ke tempat dirinya bekerja. Tetapi, di tengah penolakan Go-Food itu, datanglah orang yang mengangkat pesanan barang elektronik, yakni kulkas serta TV, atas nama dirinya.

"Kawan-kawan kantor telah coba hadang, sama satpam juga kami minta bantuan, makanya ada penolakan Go-Food itu. Nah, tiba-tiba Go-Box datang bawa elektronik lengkap," kata Julianto.


Bahkan Julianto mengabarkan kejadian ini ke kantor Go-Jek untuk menutup akunnya. Tapi proses penutupan akun tersebut memakan waktu lama.

"Sampai saya mohon-mohon (ke Go-Jek) agar orderan ke Sertaamon dihentikan," ucap Julianto.


Tapi finansial Julianto ada batasnya. Orderan palsu tetap semakin berdatangan. Julianto akhirnya menyerah. Orderan fiktif itu pun dirinya tolak tanpa mau membayarnya.

"Nah, mulai dari situ driver Go-Jek nggak terima serta di-bagikan ke grup FB ojek online soal tolakan membayar order hingga-sampai dikirim juga ke rumah hingga hari Kamis," jelasnya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger