Home » , , , , , , , , » Pasukan Oranye Kena OTT Pungli, Djarot: Sudah Kita Pecat

Pasukan Oranye Kena OTT Pungli, Djarot: Sudah Kita Pecat

Written By admin on Kamis, 06 Juli 2017 | Juli 06, 2017


harian365.com - Dua petugas pasukan oranye serta satu staf Suku Dinas Lingkungan Nasib (Sudin LH) Jakarta Barat ditangkap sebab diduga melakukan pungutan liar dari hasil hebat bayaran gerobak-gerobak sampah. Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menegaskan oknum PHL (pekerja harian lepas) ini telah dipecat.

"Ya kemarin saya bisa informasi, kalau semacam itu langsung saja kami pecat. Saya bisa informasi PHL kami pecat," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/5/2017).

Dia juga bakal menelusuri apakah selagi ini ada staf PNS yang ikut 'main' terkait pungli itu. Apabila memang ada, maka oknum tersebut juga dipastikan bakal dipecat.

"Kalau hingga ada kami kasih sanksi yang tegas banget," ujarnya.


"Kita telah bolak balik memberi tau bahwa selagi pemerintah kami betul-betul melawan pungutan liar, makanya semuanya cashless," imbuh Djarot.

Untuk itu dirinya juga mengimbau masyarakat supaya tak lagi membiasakan memberi trik di mana pun. Kebiasaan ini disebut Djarot bisa menjadi dasar dari lakukanan pungli yang dilakukan pekerja PHL.

"Kalau pembayaran itu melewati cashless, jangan dikasih trik. Sehingga sama, kami memiliki mental semacam itu serta masyarakat juga gitu," lanjutnya.

Tetapi Djarot meningkatkankan tak semua PHL melakukan pungli serta menerima trik. Dirinya juga berharap pemecatan oknum pasukan oranye ini sehingga pelajaran bagi PHL lainnya supaya tak bermain dengan pungli.


"Saya bisa laporan juga tak sedikit petugas kami di lapangan yang bukan disuap tapi dikasih trik, tapi dikembalikan. Itu saya apresiasi. Tapi kalau semacam ini bakal kami tindak tegas," sebut Djarot.

Sebelumnya, dua petugas pasukan oranye serta satu staf Suku Dinas Lingkungan Nasib (Sudin LH) Jakarta Barat ditangkap sebab diduga melakukan pungutan liar. Ketiganya diduga memperoleh uang dari hasil hebat bayaran gerobak-gerobak sampah yang bakal dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Yang PHL PPSU berinisial AH serta IM sedangkan staf berinisial VM. Awalnya AH serta IM ketahuan melakukan pungutan kepada gerobak-gerobak sampah yang bakal dibawa ke TPA," terang Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Reda Manthovani, Rabu (5/7). 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger