Home » , , , , , , , , , , , » Ketika Dokter Kembar Ganteng Lakukan Eksperimen Diet Gula Vs Lemak

Ketika Dokter Kembar Ganteng Lakukan Eksperimen Diet Gula Vs Lemak

Written By admin on Rabu, 05 Juli 2017 | Juli 05, 2017


harian365.com - Untuk mempunyai bentuk tubuh yang sehat ideal, seseorang disarankan menjaga diet makanannya dan juga selalu berolahraga. Nah khusus untuk diet ini dapat diperbuat dengan beragam tutorial tetapi tak sedikit orang menonton ada dua hal mutlak yaitu kandungan gula dan lemak pada makanan.

Ada orang menganggap bahwa diet yang baik membatasi asupan gula, tapi ada juga yang menganggap bahwa lemak lah yang wajib dihindari. Jadi mana yang benar? Sepasang dokter kembar identik Alexander dan Chris Van Tulleken berusaha menjawabnya dengan meperbuat eksperimen.


Didokumentasikan oleh BBC, dr Alexander dan dr Chris masing-masing mencoba untuk menerapkan diet leluasa lemak dan diet leluasa gula. Mereka leluasa mengonsumsi makanan yang diharapkan tetapi tingkat aktivitas fisiknya disamakan.

"Kembar identik semacam kami sangat berkegunaaan dalam suatu  eksperimen sebab mempunyai gen yang sama. Artinya bila ada perubahan apapun dapat dibilang ini sebab murni hal diet bukan genetik," kata dr Alexander.

"Saya tak mengonsumsi karbohidrat, artinya leluasa gula. Sementara itu Chris menjalankan diet ekstrem rendah lemak. Kami leluasa mengonsumsi makanan setidak sedikit apapun... tetapi di luar sudut itu seluruh kenasiban kami, tergolong tingkat olahraga, disamakan jadi bila ada perubahan berarti sebab diet," lanjut dr Alexander.


Hasilnya dr Alexander dan dr Chris terbukti dapat menurunkan berat badan, tetapi dengan cara keseluruhan keduanya dalam kondisi tak fit. Dengan diet leluasa gula dr Alexander tak dapat mengonsumsi buah dan sayur jadi kerap mengalami persoalan konstipasi dan susah fokus. Sementara itu dr Chris yang diet rendah lemak ekstrem tubuhnya kerap merasa kelaparan tak sempat kenyang.


"Jadi diet apapun yang mengeliminasi gula alias lemak bakal sangat tak enak, susah diperbuat, dan kemungkinan besar juga kurang baik untuk kesehatan Anda," kata dr Alexander.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger