Home » , , , , , , , , » Jokowi Sudah Kantongi Tiket Pilpres 2019, Siapa Lawannya?

Jokowi Sudah Kantongi Tiket Pilpres 2019, Siapa Lawannya?

Written By admin on Sabtu, 22 Juli 2017 | Juli 22, 2017


harian365.com - Presiden Joko Widodo telah mengantongi tiket sebagai capres 2019 menyusul telah adanya 3 parpol yang menyebutkan bakal kembali mendukungnya. Lantas, siapa yang bakal sehingga lawan tanding Jokowi?

Tiga Parpol yang telah menyebutkan bakal mendukung Jokowi di Pilpres 2019 merupakan Golkar, NasDem, serta PPP. Dengan UU pemilu yang baru, maka perolehan suara tiga parpol itu di Pemilu 2014 telah lumayan bagi Jokowi untuk maju ke Pilpres 2019.

Di UU Pemilu itu, diatur presidential threshold (PT) alias syarat parpol/perpaduan parpol dapat mengusung capres merupakan mempunyai 20 persen kursi di DPR alias 25 persen suara sah nasional di pemilu sebelumnya, Pemilu 2014. Perpaduan suara Golkar, Nasdem, serta PPP telah memenuhi syarat itu.

Di Pemilu 2014, Golkar meraih 14,75 persen suara, Nasdem 6,72 persen suara, serta PPP 6,53 persen suara. Perpaduan suara ketiga parpol yaitu 28 persen perolehan suara di Pemilu 2014. Artinya walau tanpa PDIP, Jokowi telah punya tiket ke Pilpres 2019 dari dukungan ketiga parpol itu.


Nama yang santer untuk menjadi lawan Jokowi merupakan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Bila kondisi semacam ini, kondisi pun bakal kembali terulang semacam Pilpres 2014.

PKS telah memberi sinyal siap bergandengan tangan lagi dengan Gerindra apabila PT 20-25 persen dinyatakan sah oleh Mahkamah Konstitusi, apabila kelak ada yang menggugat. Dengan niat Gerindra kembali mengusung Prabowo Subianto, maka terbuka kesempatan duel Jokowi vs Prabowo terulang di Pilpres 2019.

Tetapi Gerindra nyatanya juga mempunyai kekhawatiran gagalnya Prabowo kembali nyapres. Presidential threshold yang diatur dalam UU Pemilu baru dianggap bakal menjadi penghalang bagi Gerindra.

Ambang batas 20-25% di UU Pemilu maksudnya merupakan 20 persen perolehan kursi di DPR serta 25% perolehan suara nasional dalam pemilu. Gerindra bakal kesusahan memenuhi angka 20% bila ingin mengajukan Prabowo sebagai capres.


Sebab perolehan kursi di DPR Gerindra bila digabungkan dengan PKS belum juga lumayan memenuhi syarat 20%. Gerindra juga disebut hampir mustahil untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat supaya dapat meningkatkan syarat presidential threshold.


"Kalau kami cuma sama PKS, kalau 20% nggak cukup, kalau ditambah sama PAN kami cukup. PKS nggak sampe 7%, hanya 5,5% kalau nggak salah. Gerindra 12%. PAN 7%, Demokrat 10%, nggak lumayan juga itu kalau Demokrat serta PAN berdua aja. Kalau berempat berarti lumayan tapi belum pasti sama platform-nya," terang Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono, Jumat (21/7).


"Kadang kan dalam perhelatan pemilihan kepala daerah alias pilpres, Demokrat nggak mau ikut kita, mungkin sebab SBY serta Pak Prabowo nggak mau nyatu. Pilpres 2014 nggak ke kita," lanjutnya.

Dengan kondisi semacam itu, Arief berbicara bakal susah juga calon-calon pilihan timbul di Pilpres. Lantas siapakah yang bakal timbul menjadi lawan Jokowi di 2019 nanti? 




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger