Home » , , , , , , , , , , » Jokowi-Prabowo Kantongi Tiket Pilpres 2019, Bagaimana dengan PD?

Jokowi-Prabowo Kantongi Tiket Pilpres 2019, Bagaimana dengan PD?

Written By admin on Senin, 24 Juli 2017 | Juli 24, 2017


harian365.com - Pemilihan Presiden serta Wakil Presiden 2019 terbukti tetap bakal berjalan 2 tahun lagi. Tetapi peta koalisi telah sedikit terbaca seusai UU mengenai Pemilu disahkan DPR serta angka presidential threshold disepakati 20-25 persen. 

Joko Widodo (Jokowi) dipastikan mengantongi dukungan dari Golkar, NasDem serta PPP. Perpaduan perolehan kursi DPR ketiga partai itu sebesar 29,46% terdiri dari Golkar (16,25%), Nasdem (6,25% kursi) serta PPP (6,96%). 

Jokowi tetap berkesempatan memperoleh dukungan dari PDIP (19,46% kursi di DPR), Hanura (2,86%) serta PKB (8,39%). Partai-partai ini berada di koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-JK. 

Prabowo Subianto juga dipastikan bakal memperoleh dukungan dari Gerindra (13,04% kursi di DPR) serta PKS (7,14%). Total dukungan kursi di DPR untuk Prabowo 20,18%. 

Sementara, Partai Demokrat yang mempunyai 10,90% kursi di DPR belum terbaca arah koalisinya. Peneliti CSIS Arya Fernandes berbicara sedikit kesempatan PD membentuk poros sendiri di Pilpres 2019.

Pasalnya apabila PD berkoalisi dengan PAN yang mempunyai 8,75% kursi DPR belum lumayan untuk mengusung Capres. 

"Partai Demokrat dapat membentuk poros sendiri apabila ada salah satu partai pendukung Jokowi membelot. Tapi kesempatan itu kecil," kata Arya saat berbincang dengan harianhot, Minggu (23/7/2017). 

Bisa saja, tambah Arya, PD serta PAN bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo Subianto. Tetapi Waketum Gerindra Arief Puyuono pesimistis Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketum PD setuju pencapresan Prabowo serta bergabung dengan Gerindra-PKS. 


"Belum pasti Pak SBY setuju juga untuk mengusung Pak Prabowo. Kalau Gerindra harga mati capresnya pak Prabowo," kata Arief. 

Menurut dirinya ada kebuntuan mengenai hubungan Prabowo serta SBY. Kedua tokoh besar ini susah disatukan. Sebut saja saat Pilpres 2014 serta Pilkada DKI 2017 lalu.

"Belum pasti dapat nyatu, lihat saja Pilkada Jakarta kemarin nggak sama kan. Di putaran kedua, PAN dukung Anies. PKB serta PPP ke Ahok, Demokrat nggak pilih kan. Demokrat 2014 nggak mau ngusung Pak Prabowo juga lho," urai Arief.

Akankah PD bersikap non blok semacam Pilpres 2014?

Arya Fernandes yakin PD tidak bakal non blok di Pilpres. Faktor ini lantaran di Pilpres 2019 kelak sosok Capres yang diusung bakal turut menentukan perolehan suara partai. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger