Home » , , , , , , , » Jari Anak dengan Asperger Ini Terjebak di Kolong Meja, Apa yang Terjadi Berikutnya?

Jari Anak dengan Asperger Ini Terjebak di Kolong Meja, Apa yang Terjadi Berikutnya?

Written By admin on Selasa, 11 Juli 2017 | Juli 11, 2017


harian365.com - Siang itu, Leah Aponte bermaksud menjemput putranya di sekolah. Ketika tetap berada di mobil, seorang pembimbing berlari mendatangi Leah serta mengadukan sesuatu.

"Semuanya baik-baik saja, tetapi tangan Gio terjebak di meja," katanya menirukan sang guru.

Leah mengira tangan putranya hanya terjebak di dalam laci. Tetapi alangkah terkejutnya bunda ini ketika menonton satu jari Gio terjebak di dalam salah satu celah yang ada di kolong mejanya.

Secara kebetulan, Gio adalah anak dengan sindrom Asperger, jadi ia mempunyai stimulasi sensorik yang tinggi atau sangat peka. Kondisi ini juga mendasari keisengan-keisengan yang tidak jarang diperbuat bocah berumur 6 tahun itu.

Deanna Ortiz, guru Gio di Southside Learning Center mengaku awalnya mencoba memberi lotion pada jari bocah ini supaya bisa terlepas dengan sendirinya.

Tetapi hingga satu jam lamanya, jari Gio tidak kunjung bisa dikeluarkan. Sekolah pun terpaksa terbuktigil tim pemadam kebakaran untuk menolong mereka.


Kepada tim paramedis serta pemadam kebakaran yang datang, tidak lupa Leah membahas apabila anaknya adalah seorang pengidap sindrom Asperger, jadi diperlukan tutorial khusus dalam menangani insiden tersebut.

Menurut Joey Delegge dari Lakeland Fire Department, bunda Gio membahas bahwa putranya bakal kooperatif apabila mereka membiarkannya untuk ambil tahap dalam proses pengambilan keputusan.

"Ini lucu sebab kita terbiasa mengambil keputusan sendiri saat dihadapkan pada situasi semacam ini, tetapi disini kita wajib meminta bantuannya," tuturnya terhadap ABC News.

Selama proses, tim Delegge memakai cermin supaya Gio bisa menonton apa yang mereka perbuat serta mereka semakin mengajaknya bicara. Jari bocah ini akhirnya dibungkus dengan pita supaya tidak membengkak serta mereka pun bisa mengeluarkannya.

"Dia menghadapinya semacam seorang juara!" ujar Delegge. 

Untuk mengembalikan keceriaannya, Gio serta sang adik diajak masuk ke dalam truk pemadam kebakaran serta memperbolehkan mereka berkeliling di dalam truk, tergolong menyalakan sirinenya. 

Tetapi yang paling hebat adalah ketika Gio diminta sang bunda untuk bergambar bersama tim pemadam kebakaran sebagai kenang-kenangan. "Kami bergambar serta Leah berteriak supaya Gio menunjukkan jarinya. Kita semua tertawa," ungkap Delegge.


Bagaimana tidak, ini sebab jari Gio yang terjebak di bawah mejanya adalah jari tengah di tangan kanannya. Jari tengah Gio diberitakan membengkak tetapi untungnya tidak membutuhkan penanganan lebih lanjut.


Sindrom Asperger adalah tahap dari gangguan spektrum autisme. Umumnya mereka susah berkomunikasi dengan orang lain sebab tidak memahami bahasa tubuh lawan bicaranya, semacam tersenyum atau kecewa. 

Sebab pemahamannya yang terbatas, ketika diajak bicara pun mereka tidak jarang memberbagi komentar dengan cara berulang-ulang mesikipun sebetulnya itu tidak relevan. Tidak heran pula apabila pengidap sindrom Asperger cenderung kaku, tidak jarang memotong pembicaraan serta memandang lawan bicaranya terlalu lama.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger