Home » , , , , , , , , , , » Jangan Anggap Enteng, Kebiasaan Olahraga Juga Pengaruhi Kesuburan

Jangan Anggap Enteng, Kebiasaan Olahraga Juga Pengaruhi Kesuburan

Written By admin on Minggu, 23 Juli 2017 | Juli 23, 2017


harian365.com - Selalu olahraga tidak cuma penting untuk menjaga kestabilan berat badan. Ternyata faktor ini juga berakibat positif bagi tingkat kesuburan tubuh Anda.

Menurut ahli kesehatan kesuburan dari USC Fertility, Los Angeles, Kristin Bendikson, MD, mempunyai pola nasib sehat dengan selalu olahraga terbukti adanya juga berpengaruh kepada tingkat kesuburan.

"Tetapi demikian, tetap wajib diperhatikan porsinya. Apabila berat badan Kamu normal, olahraga berlebihan serta terlalu dipaksakan justru bisa mengganggu kerja hormon. Pada wanita, faktor ini bisa memengaruhi siklus haid," tutur Bendikson, dikutip dari Women's Health Mag.

Ia melanjutkan, olahraga yang lebih tidak jarang biasanya lebih dibutuhkan pada mereka yang mempunyai berat badan berlebih. Sebab untuk mengembalikan kestabilan hormon serta menambah tingkat kesuburan, maka langkah awal yang dianjurkan merupakan menurunkan berat badan.

"Tapi apabila berat badan tetap berada pada tingkat normal, lalu Kamu justru olahraga dengan cara ekstrem lalu diet rendah kalori, Kamu justru berisiko berhenti berovulasi sama sekali," imbuhnya.

Dengan kata lain, olahraga juga bisa memengaruhi kesuburan Kamu dengan cara positif sebab menambah kesehatan jantung serta paru-paru, bersamaan dengan kesejahteraan emosional. Demikian disampaikan oleh ahli endokrinologi reproduksi serta kesuburan Sheeva Talebian, MD.


"Kuncinya merupakan berolahraga lumayan serta sesuai keperluan. Dengan tutorial itu, Kamu bakal memperoleh kegunaaan peningkatan kesuburan tetapi tetap aktif serta tidak berlebihan," pesan Talebian.

Mengapa berat badan berkaitan dengan tingkat kesuburan? Menurut penelitian dari Journal of Turkish German Gynecological Association, wanita dengan berat badan berlebih mempunyai kesempatan lebih tinggi untuk mengalami persoalan kesuburan. Tidak hanya itu, mereka juga mempunyai peningkatan risiko mengalami komplikasi kehamilan alias bahkan keguguran.

Sebaliknya, berat badan yang terlalu rendah serta tidak lebih dari normal juga bisa berakibat negatif pada kesuburan. Kedua kondisi ini diketahui bisa memengaruhi kadar hormon, yang menyebabkan siklus menstruasi serta ovulasi tidak teratur.




Sumber : harianhealht

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger